Gempa Sulbar

Dinkes Mamuju Catat 10 Penyakit Muncul di Pengungsian Gempa Bumi, 81 Penderita Hipertensi

Kemudian disusul penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) atau batuk-batuk sebanyak 65 pasien.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Warga pengungsi yang keluhkan penyakit gatal-gatal diderita anaknya di posko pelayanan kesehatan stadion Manakarra Mamuju, Jl Baharuddin Lopa Kelurahan Rimuku, Minggu (12/6/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat 10 penyakit terbanyak para pengungsi usai gempa magnitudo 5,8 SR.

Melalui posko pelayanan kesehatan yang didirikan 10 jenis penyakit itu dicatat per 8 Juni hingga 11 Juni 2022.

Penyakit Hipertensi atau kondisi tekanan darah tinggi sebanyak 81 pasien para pengungsi gempa.

Kemudian disusul penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) atau batuk-batuk sebanyak 65 pasien.

Lalu penyakit Chepalgia atau sakit kepala, nyeri di bagian kepala, mulai dari nyeri berat hingga ringan, sebanyak 42 pasien.

Sementara penyakit Gastritis atau kondisi yang melibatkan peradangan lapisan dalam perut, sebanyak 33 pasien.

Penyakit yang didata tersebut muncul selama empat hari mengungsi sejak, Rabu (8/6/2022) lalu usai gempa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Mamuju, dr. Acong mengatakan penyakit yang muncul, disebapkan faktor cuaca dan lingkungan.

Seperti penyakit Diare atau mencret-mencret sebanyak 22 pasien disinyalir dari makanan.

"Kalau penyakit Hipertensi, bisa jadi penyebabnya kepanikan saat gempa, bisa juga sudah diderita memang namun baru terdeteksi," terang dr Acong saat ditemui di posko pelayanan kesehatan stadion Manakarra Mamuju, Jl Baharuddin Lopa, Kelurahan Rimuku, Minggu (12/6/2022).

"Kalau penyakit gatal-gatal yang kebanyakan diderita anak-anak, disebabkan lingkungan, air bersih," lanjutnya.

Untuk itu Dinkes Mamuju memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi para pengungsi.

Begitupula dengan ketersediaan obat-obatan yang dibagikan secara gratis usai diperiksa.

Dr Acong mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved