Kasus Penurunan Bendera

Peran Empat Oknum Mahasiswa Tersangka Penurunan Bendera Merah Putih di Kantor Bupati Majene

Dikatakan, ada sembilan mahasiswa yang diperiksa, kemudian empat orang ditetapkan tersangka.

Penulis: Masdin | Editor: Nurhadi Hasbi
masdin/Tribun-Sulbar.com
Empat Mahasiswa ditetapkans ebagai tersangka karena menurunkan bendera merah putih di Kantor Bupati Majene 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Polres Majene telah menetapkan empat mahasiswa sebagai tersangka kasus penurunan Bendera Merah Putih saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Majene beberapa waktu lalu.

Keempat mahasiswa itu inisial FA (22), JN (18), AE (19) dan NL (19).

Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Febryanto Siagian saat menggelar press rilis di Aula Polres Majene, Senin (31/5/2022).

Dikatakan, ada sembilan mahasiswa yang diperiksa, kemudian empat orang ditetapkan tersangka.

"Dari sembilan oknum mahasiswa yang diambil keterangannya, empat diantaranya kami tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Dia menjelaskan, bendera merah putih saat dinaikkan dan diturunkan ada aturannya, sementara aksi para mahasiswa dibawa naungan aliansi organda ini telah melakukan tindakan fatal.

"Dimana bendera diturunkan saat siang hari dan dikibarkan kembali bersama bendera organda di halaman kantor Bupati Majene," tambahnya.

Adapun peran dari keempaat tersangka saat aksi di kantor bupati Majene, Senin (23/5/2022) lalu.

Tersangka F.A berperan menurunkan, menaikkan, mengikat, menggabungkan bendera merah pitih dengan bendera organda (organisasi daerah)

Tersangka JN berperan memegang dan menarik tali tiang bendera merah putih yang telah digabungkan dengan tiga bendera organda.

Selanjutnya AE berperan menyerahkan bendera salah satu bendera organda kepada FA untuk diikat di tali disambungkan di bawah bendera nerah putih. Ia juga memegang bendera pada saat akan dikibarkan atau dinaikkan.

Sedangkan JN berperan membantu mengikat bendera merah putih pada tali bendera untuk digabungkan dengan bendera organda.

Akibat tindakan ini, mereka dikenai Pasal 66 Jo Pasal 24 Huruf a UU RI Nomor 24 Tahun 2009, Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta lagu Kebangsaan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dengan maksud merendahkan kehormatan bendera negara dengan cara menurunkan bendera negara, kemudian memasang tiga bendera organisasi mahasiswa kemudian mengibarkannya kembali pada satu tiang yang sama.

Mereka terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved