DATA BKKBN: Dari Total 65.407 Anak di Polman, 195 Diantaranya Harus Bekerja
Kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin mengatakan hal ini tentu kurang baik bagi generasi masa depan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-diskusi-BPS-Sulbar-bersama-BKKBN-Sulbar-di-Hotel-Grand-Maleo-Mamuju-S.jpg)
Selain fakto kemiskinan, faktor kurangnya pengetahuan di tataran keluarga juga sangat berpengaruh.
Menurutnya hal ini tentu tidak baik bagi generasi Sulbar di tahun 2045 mendatang.
Dimana pemerintah pusat menyosong tema generasi emas 2045 berdaulat maju, adil dan makmur.
"Sehingga peran semua elemen sangat dibutuhkan, bukan hanya pemerintah provinsi," sebutnya.
Ia menyebut, mulai dari tataran keluarga, pemerintah desa hingga provinsi harus terlibat menangani hal itu.
"Suapaya anak-anak ini diberi haknya terhadap akses pendidikan, untuk masa depan generasi," bebernya.
Adapun data anak di bawah umur 10 tahun sedang bekerja dan jumlah anak di setiap kabupaten ialah :
-Kabupaten Pasangkayu : Total jumlah anak sebanyak 27.606 anak, sedang bekerja sebanyak 49 anak.
- Kabupaten Mamuju : Total jumlah anak sebanyak 37.449 anak, sedang bekerja sebanyak 147 anak.
- Kabupaten Mamasa : Total jumlah anak sebanyak 20.870 anak, sedang bekerja 59 anak.
- Kabupaten Polman : Total jumlah anak sebanyak 65.407 anak, sedang bekerja 195 anak.
- Kabupaten Majene : Total jumlah anak sebanyak 31.225 anak, sedang bekerja 45 anak.
- Kabupaten Mamuju Tengah : Total jumlah anak sebanyak 17.736, sedang bekerja 38 anak.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli