DATA BKKBN: Dari Total 65.407 Anak di Polman, 195 Diantaranya Harus Bekerja

Kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin mengatakan hal ini tentu kurang baik bagi generasi masa depan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Suasana diskusi BPS Sulbar bersama BKKBN Sulbar di Hotel Grand Maleo Mamuju, Selasa (17/5/2022). Bahas analisis profil penduduk Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Angka anak di bawah umur 10 tahun sedang bekerja di Sulawesi Barat (Sulbar) masih tergolong tinggi.

Hal itu terlihat dari pembahasan analisis profil penduduk Sulawesi Barat di Hotel Grand Maleo Mamuju, Selasa (17/5/2022).

Profil penduduk tersebut dibahas Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar.

Hingga tahun 2022 ini, anak di bawah umur 10 tahun sedang bekerja di Sulbar capai 533 anak.

Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menempati urutan pertama sebanyak 195 anak sedang kerja.

Dengan total jumlah anak di bawah umur 10 tahun di Polman sebanyak 65.407 anak.

Sementara kabupaten terendah yakni Mamuju Tengah (Mateng) sebanyak 171 anak sedang bekerja.

Dengan total jumlah anak di bawah umur 10 tahun di Mateng sebanyak 9.831 anak.

Kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin mengatakan hal ini tentu kurang baik bagi generasi masa depan.

"Sebab jika dia bekerja, berarti otomatis sudah putus sekolah, dan ini masuk kategori ekaploitasi anak," terang Nuryamin saat ditemui usai membawakan materi.

Dijelaskan eksploitasi terhadap anak ialah tindakan memanfaatkan anak-anak secara tidak etis.

Tujuanya mengarah untuk kepentingan ataupun keuntungan para orang tua maupun orang lain.

"Padahal ada porogram pemerintah wajib belajar 12 tahun," lanjutnya.

Ia menyebut faktor utama banyaknya anak dibawah umur sedang bekerja ialah kemiskinan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved