Breaking News:

BPOM Mamuju Gagalkan Peredaran 27.525 Ribu Obat Terlarang Jenis Boje dan Tramadol

Kemudian, untuk nilai ekonomi obat boje tersebut mencapai Rp 137 juta sementara untuk obat tramadol Rp 200 ribu.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Kepala Balai POM Mamuju, Lintang Jaya Putra, saat konferensi pers di halaman kantor Balai POM Mamuju, Selasa (12/4/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju dan Ditreskrimsus Polda Sulbar berhasil mengamankan pelaku pengedar obat-obatan terlarang di Mamuju inisial RM (35).

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai POM Mamuju, Lintang Jaya Putra, saat konferensi pers di halaman kantor Balai POM Mamuju, Selasa (12/4/2022).

Ia mengatakan, penindakan pengamanan terhadap tersangka distributir obatan-obatan seorang laki-laki inisial RM (35) pada Sabtu, (26/3/2022) lalu sikira pukul 11.30 Wita.

Inisial RM diamankan di Jl Soekarano Hatta, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulbar bersama dengan barang bukti berupa paket berwarna hitam.

Lintang menjelasakan, dalam paket berwarna hitam itu ditemukan obat boje sebanyak 20 botol dan obat tramadol (dodol) kemasan strip 20 tablet.

Baca juga: Mengenal Santri Musiman di Pondok Pesantren Jareqjeq, Peserta dari Sulsel Hingga Papua

Baca juga: Taspen Bedah Rumah Warga Mamuju, Simon Mandila: Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Kepala Balai POM Mamuju, Lintang Jaya Putra, saat konferensi pers di halaman kantor Balai POM Mamuju, Selasa (12/4/2022).
Kepala Balai POM Mamuju, Lintang Jaya Putra, saat konferensi pers di halaman kantor Balai POM Mamuju, Selasa (12/4/2022). (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

"Kemudian tas ransel yang dibawanya juga ditemukan didalamnya tuju botol obat boje atau Triheksifenidil," terang Lintang Jaya Putra.

Disebutkan, keseluruhan obat boje atau triheksifenidil yang dibawa oleh pelaku berjumlah 27.525 tablet.

Kemudian, untuk nilai ekonomi obat boje tersebut mencapai Rp 137 juta sementara untuk obat tramadol Rp 200 ribu.

"Tersangka mengedarkan boje ke wilayah Mamuju, Pasangkayu dan Lalundu Sulawesi Tengah, dengan cara di ecer harga pertablet Rp 2 ribu," ungkpany.

Hingga kini RM ditahan di Polda Sulbar selama 20 hari kedepan dan dengan sangkaan melakukan tindak pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009.

Tentang Kesehatan jo Pasal 53 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara denda maksimal Rp.1,5 miliar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved