Solar Langka

Puluhan Jeriken Nelayan Desa Sumare Mamuju Antre Tunggu Solar

Warga Desa Sumare kebanyakan berfropesi sebagai nelayan dalam memenuhi kebutuhanya.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Puluhan jeriken solar untuk nelayan warga desa Sumare Mamuju antre menuggu solar di SPBUN Sumare, Senin (28/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) berdampak luas.

Tak hanya menyebabkan terjadinya antrean panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Juga menyebapkan beberapa nelayan susah melaut, yang membutuhkan solar sebagai bahan bakar kapal.

Seperti yang terjadi di perkampungan nelayan desa Sumare, Kecamtan Simboro, Mamuju.

Warga desa tersebut kebanyakan berfropesi sebagai nelayan dalam memenuhi kebutuhanya.

Susahnya mendapatkan solar membuat para nelayan tidak dapat melaut sejak satu bulan terakhir.

Jeriken solar pun nampak berjejer di SPBUN Sumare yang dikhususkan untuk warga nelayan.

Sedikitnya ada puluhan jeriken yang menumpuk, menuggu antrean solar tersebut.

"Sudah satu bulan ini pak seperti ini, susah solar harus antre sampai satu malam untuk dapat," terang salah satu nelayan, Muksin saat ditemui di SPBU Sumare, Senin (28/3/2022).

Padahal kata dia, bulan ini, ikan yang ada di laut melimpah, atau di sebut musim panen.

"Saat ini lagi makan-makanya ikan di laut, tapi karena solar langkah jadi susah," pungkasnya.

Ia pun terpaksa harus mengutang di warung untuk menutupi kebutuhan hari-harinya.

Dikatakan para nelayan, seringkali harus mengantre di SPBUN Sumare untuk dapat memeperoleh solar.

Puluhan jeriken pun tersusun berjejer di SPBUN Sumare untuk mendapatkan solar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved