Pemkab Majene Target Turunkan Angka Stunting Hingga 11 Persen

Kesempatan itu, Arismunandar menekankan penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab bersama.

Penulis: Masdin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Masdin
Wakil Bupati (Wabup) Majene Arismunandar saat sambutan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hasil Analisis Situasi dan Cakupan Intervensi Program Kegiatan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Aula Tammajarra LPMP Majene, Rabu (23/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kabupaten Majene memiliki angka prevelensi stunting tertinggi kedua di Sulbar berdasarkan data SSGI 2021 sebesar 35,7 persen.

Adapun Provinsi Sulbar berada pada kondisi akut dengan prevalensi stunting di atas 20 persen atau 33,8 persen berdasarkan survei di tahun 2021.

Kondisi ini kemudian membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene terus berupaya melakukan langkah strategis untuk penurunan angka stunting setiap tahunnya.

Meski dikatakan dalam 10 tahun terakhir telah terjadi penurunan, namun belum signifikan.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Majene, Arismunandar saat sambutan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hasil Analisis Situasi dan Cakupan Intervensi Program Kegiatan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Aula Tammajarra LPMP Majene, Rabu (23/3/2022).

Kesempatan itu, Arismunandar menekankan penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab bersama.

Di mana bukan hanya pemerintahan namun melibatkan setiap keluarga khususnya orangtua, karena memiliki dampak yang besar khususnya pada tumbuh kembang anak.

Ia menambahkan, penurunan prevalensi stunting membutuhkan intervensi terpadu.

Mulai dari analisis situasi yang melahirkan data valid dan akurat, mencakup program spesifik dan sensitif dalam hal penanganan.

Melalui aksi kolaborasi disertai data valid dan akurat maka menghasilkan langkah lebih terukur.

“Kami targetkan dalam periode 2021-2026 penurunan stunting akan mencapai 11 pesen,” ucapnya.

Hal tersebut lanjut Aris juga sejalan dengan Visi Misi Kabupaten Majene, Unggul, Mandiri dan Religius yang tertuang dalam misi mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.

Ia juga berharap, kolaborasi disetiap lintas sektor focus bukan hanya output ceremonial saja tapi penyelesaian masalah yang berbasis outcome.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved