Ditinggal Ibu & Ayah, Rangga Jualan Kue Pancong Keliling Andalkan Gerobak Tua Warisan Kakek

Ibu kandungnya meninggal, Rangga sejak masih anak-anak, sedangkan ayahnya kini berada di Kalimantan dan sudah beristri lagi.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Hasrul Rusdi
Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com
Rangga, remaja penjual kue pancong keliling di Mamuju Tengah, Senin (14/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Tanpa ragu dan rasa malu, Rangga remaja 17 tahun di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) ini rela keliling jualan kue pancong.

Dengan mengandalkan gerobak tua dari kakeknya, setiap hari ia menyisir Jalan Poros Trans-Sulawesi.

Setiap paginya ia mendorong gerobak tuanya dari kediamannya di Dusun Tallungallo menuju arah ibu kota Mamuju Tengah, Topoyo.

Rangga tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah rumah panggung reot di Dusun Tallungallo, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.

Ibu kandungnya meninggal, Rangga sejak masih anak-anak, sedangkan ayahnya kini berada di Kalimantan dan sudah beristri lagi.

Menjual kue pancong keliling ini telah digeluti Rangga selama kurang lebih dua tahun.

Baca juga: Cerita Mutiara Safrilia Devi, Perkenalkan Perjuangan Towaine Mandar di Kanca Nasional

Rangga, remaja penjual kue pancong keliling di Mamuju Tengah, Senin (14/3/2022).
Rangga, remaja penjual kue pancong keliling di Mamuju Tengah, Senin (14/3/2022). (Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com)

“Tidak perlu malu yang penting halal,” ungkap Rangga membuka obrolan, Senin (14/3/2022).

Meski hasil tidak menentu, ia tetap semangat membantu keluarga ditengah keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah, terkadang dapat Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per hari,” ungkap Rangga.

Kalau habis, lanjut Rangga, biasa dapat lebih dari Rp 100 ribu.

Karena usia tua, kini kakek dan neneknya sudah tidak mampu lagi mencari nafkah.

Kini Rangga lah menjadi tulang punggung bagi mereka.

“Dulu kakek yang menjual keliling, tapi karena sudah tua dan sakit-sakitan, jadi saya lanjutkan,” tutupnya.

Di usianya yang masih remaja, Rangga harus rela putus sekolah demi berjualan kue pancong.

Rangga sempat duduk bangku di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kini, hari-harinya diisi dengan berjulan kue pancong keliling.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved