Minyak Goreng Langka

APA Boleh Konsumsi Minyak Goreng Curah? Penjelasan Kepala BPOM di Mamuju Lintang Jaya

Fortifikasi atau penambahan vitamin A pada minyak goreng telah dilakukan pemerintah mulai tahun 2011.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Kepala Badan Pom di Mamuju, Lintang Jaya Purba saat ditemui di hotel Maleo, Mamuju, Rabu (9/3/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Minyak goreng curah saat ini banyak di komsumsi masyarakat Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).

Imbas dari kelangkaan minyak goreng kemasan di pasar tradisional dan toko retail modren.

Namun kandungan dalam minyak goreng curah tidak terdapat penambahan vitamin yang dapat meningkatkan gizi.

Hal tersebut disampaikan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju, Lintang Jaya Purba.

Ia menjelaskan minyak goreng yang sehat ialah minyak goreng yang telah di Fortifikasi.

Fortifikasi atau penambahan vitamin A pada minyak goreng telah dilakukan pemerintah mulai tahun 2011.

"Tapi minyak goreng curah belum ada penambahan vitaminya, sehingga hanya mengandung lemak," terang Lintang Jaya Purba kepada Tribun-Sulbar.com.

Dia pun menganjurkan agar masyarakat mengkomsumsi minyak goreng kemasan yang sudah di fortifikasi.

"Agar sehat dan meningkatkan gizi vitamin A, dari minyak goreng kemasan tersebut," lanjutnya.

Meski begitu, kata dia, minyak goreng curah tetap dapat dikomsumsi namun tidak ada penambahan vitaminya.

Dengan fortifikasi vitamin A pada minyak goreng kemasan mampu menurunkan 25 persen angka kematian.

Namun saat ini di pasar tradisional masih sulit menjumpai minyak goreg kemasan yang telah di fortifikasi.

Seperti terpantau di pasar baru Mamuju, Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, penjulan minyak goreng curah meningkat.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved