Pemilihan Serentak 2024 dan Ancaman Partisipasi Pemilih
Budaya partisipasi ini tentunya ditandai dengan kesadaran politik masyarakat yang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Firdaus-Abdullah-Dewan-Pembina-Forum-Masyarakat-Peduli.jpg)
Sebagai pemilih, penulis mendorong untuk tetap mengedepankan semangat dan optimisme yang kuat demi suksesnya pemilihan yang berkualitas dan berintegritas.
Sebab pemilu serantak 2024 mendatang sejatinya bukan hanya sebagai ajang seremonial belaka untuk memilih wakil rakyat dan juga kepala daerah tetapi juga harus dapat betul-betul menghasilkan pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyatnya.
Ada tiga aspek ancaman partisipasi pemilih pemilu kedepan yakni aspek peserta pemilu (Caleg dan atau Paslon), aspek teknis dilapangan, dan aspek pandemi covid-19.
Pertama, aspek peserta pemilu (caleg dan atau paslon).
Aspek ini dapat menjadi ancaman terhadap partisipasi pemilu kedepan, mengingat saat ini masyarakat telah memiliki kesadaran politik atau berdemokrasi.
Hal ini berkaitan dengan keterbukaan partai politik dalam menjaring atau merekrut caleg atau pasangan calon kepala daerah.
Sebagai institusi politik demokratis, partai politik memiliki posisi yang sangat penting di negara-negara demokrasi.
Partai politiklah yang dapat memastikan kelanjutan demokrasi suatu negara.
Sehingga masyarakat tentu tidak akan mudah begitu saja memilih kandidat yang di tawarkan oleh partai politik jika proses penentuannya saja tidak terbuka atau tidak transparan.
Jika demikian masyarakat tidak puas tentu masyarakat akan memilih politik “Golput” atau tidak memilih di hari pemungutan suara.
Kedua, aspek teknis lapangan.
Artinya menyangkut hal-hal teknis kepemiluan di lapangan.
Hal ini terjadi ketika masyarakat yang terdaftar dalam DPT akan tetapi tidak dapat menggunakan hak pilih dengan alasan misalnya tidak berada di tempat (misalnya bekerja, dan lain sebagainya).
Ketiga, aspek pandemi covid-19.
Aspek ini dapat dimasuk kategori ancaman partisipasi pemilih jika keadaan covid-19 tidak menentu hingga di hari perhitungan suara.