Pasar Wonomulyo
2022! Target Uang Retribusi & Kebersihan Pasar Wonomulyo Rp 1,4 Miliar
Setiap tahun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi sewa kios, dan kebersihan mencapai Rp 800 sampai Rp 900 juta per tahun.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Salah-satu-sudut-pasar-Ikan-Wonomulyo.jpg)
TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Capaian setoran retribusi Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ternyata naik tahun ini.
Kenaikan menjadi Rp 1,4 miliar dari Rp 900 juta.
Setiap tahun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi sewa kios, dan kebersihan mencapai Rp 800 sampai Rp 900 juta per tahun.
Bahkan capaian ini merupakan tertinggi dibandingkan dengan setoran retribusi pasar lain yang ada di Sulbar.
Ironisnya, hasil dari pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi Pasar berbanding terbalik dengan kesejahteraan para penagih retribusi di lapangan.
Upah penagih retribusi di Pasar Wonomulyo justru sangat memprihatinkan.
Betapa tidak, upah mereka yang dapatkan hanya sekitar Rp 500 ribu perbulan.
Padahal capaian retribusi berkat kerja keras para penagih di lapangan.
Hal itu dibenarkan Kepala Pasar Wonomulyo, Arifin S saat ditemui wartawan, Selasa (15/2/2022).
Bukan hanya upah, para penagih retribusi juga tidak pernah mendapatkan fasilitas.
"Mereka tidak dapat baju seragam, itu baju dipakai sudah puluhan tahun, " paparnya.
Arifin tidak menyangkal kerja keras sepatutnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah.
Sebab proses menagih retribusi di lapangan tidak selamanya berjalan mulus.
Terkadang mereka harus berhadapan dengan pedagang yang kerap menunda nunda pembayaran.