Harga Plastik Naik
Pengusaha Tempe di Polman Meradang Imbas Harga Kedelai dan Kantong Plastik Naik
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku kedelai dan kantong plastik kemasan memaksanya memutar otak agar tidak merugi.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pengusaha-tempe-di-Desa-Sidorejo-Kecamatan-Wonomulyo-Kabupaten-Polman.jpg)
Ringkasan Berita:
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Pengusaha tempe di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) meradang akibat lonjakan harga kedelai dan plastik kemasan, Jumat (10/4/2026).
Agar tidak merugi, mereka mengurangi volume tempe kemasan dibandingkan menaikkan harga jual.
Seperti diungkapkan Musiyem (47), pengusaha tempe asal Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo.
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku kedelai dan kantong plastik kemasan memaksanya memutar otak agar tidak merugi.
Baca juga: Agar Tak Rumahkan PPPK, Gubernur dan Bupati se-Sulbar Usulkan 3 Solusi ke Pemerintah Pusat
Baca juga: Curhat Pedagang Gado-gado di Topoyo Mateng, Harga Plastik Naik Jadi Rp15 Ribu, Untung Makin Tipis
Harga kedelai sebagai bahan utama tempe naik, sementara kantong plastik pembungkus juga ikut mengalami kenaikan.
Hal ini membuat biaya produksi tempe semakin bertambah.
"Sangat memberatkan, harga kedelai dan plastik kemasan semua naik, paling parah plastik kemasan yang harganya naik seratus persen," kata Musiyem kepada wartawan.
Wanita satu anak itu menuturkan, kenaikan harga kedelai mulai dirasakan sejak dua bulan terakhir.
Sedangkan harga plastik kemasan baru sepekan mengalami kenaikan di wilayah Wonomulyo.
Disebutkan sebelumnya, sekarung kedelai impor ukuran 50 kilogram dihargai Rp500 ribu, kini naik menjadi Rp575 ribu.
Sementara plastik kemasan sebelumnya dijual seharga Rp35 ribu per kilogram, melonjak menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Produksi Disiasati, Isi Dikurangi
"Kami terpaksa menyiasati, salah satu caranya dengan mengurangi isi. Jika sebelumnya Rp10 ribu berisi 16 potong, sekarang menjadi 15 potong karena semua bahan harganya naik,” jelas Musiyem.
Disebutkan, usaha tempe miliknya telah dijalankan sejak 2020 atau sekitar empat tahun terakhir.
Ia berharap ada upaya pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai dan plastik kemasan.
| Curhat Pedagang Gado-gado di Topoyo Mateng, Harga Plastik Naik Jadi Rp15 Ribu, Untung Makin Tipis |
|
|---|
| Harga Plastik di Mamuju Tengah Melonjak 50 Persen, Bahan Baku Langka Akibat Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Harga Plastik Naik 50 Persen, Pelaku UMKM Mamuju Mulai Rasakan Dampak |
|
|---|
| Curhat Pedagang di Polman saat Harga Plastik Naik : Mau Naikkan Harga Tapi Takut Pelanggan Kabur |
|
|---|
| Penjual Bubur Kacang Ijo di Polman Menjerit Gegara Harga Plastik Mahal |
|
|---|