Pembelajaran Tatap Muka

PGRI Minta Belajar Tatap Muka Dievaluasi, Menkes: Belum Ada Anak-Anak Dirawat di Rumah Sakit

Ketua PGRI sebut kebijakan PTM 100 persen harus dievaluasi. Pemerintah justru sebut belum ada anak-anak yang dirawat di ruah sakit.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Suasana PTM SDN 01 Mamuju Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selesa (14/9/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah didesak untuk lebih bijaksana dalam membuat kebijakan di tengah merebaknya kasus Covid 19 varian Omicron di tengah masyarakat.

Terlebih terkait dengan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang harus segara dievaluasi.

"Lebih baik diatur bahwa pembelajaran tatap muka mekanismenya 50 persen. Pastikan anak yang keluar dan masuk tidak bertemu," ucap Unifah Rosyidi, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Unifah menilai jika PTM 100 persen memang perlu untuk dilakukan, akan tetapi tak perlu dipaksakan harus sampai 100 persen.

Lantaran, yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan guru serta murid.

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Paku, Kecamatan Binuang, Polman mengikuti PTM, Senin (6/9/2021).
Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Paku, Kecamatan Binuang, Polman mengikuti PTM, Senin (6/9/2021). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Baca juga: PTM 100 Persen, Pemkab Majene Akan Operasikan Kembali Bus Sekolah

Baca juga: Pemerintah Izinkan PTM 100 Persen di Sekolah, Angka Putus Sekolah Jadi Alasan, Benarkah?

"Meski niatnya untuk learning recovery tapi tidak ada artinya kalau keselamatan anak dan guru terancam."

"Kami mohon pemerintah dan pemerintah daerah bijaksana menyikapi perkembangan situasi ini," sebutnya.

Sampai dengan saat ini, para orang tua dan siswa masih merasa khawatir dengan penularan Covid 19.

Unifah bercerita bahkan ada satu situasi dimana seorang guru belum mengumumkan jika ada salah seorang siswa yang positif terpapar Covid 19.

Akan tetapi, informasi tersebut justru menimbulkan sebuah kepanikan.

"Para siswa itu panik, lari berhamburan meninggalkan sekolah tanpa peduli arahan gurunya. Ini situasi yang mesti menjadi evaluasi pemerintah," jelasnya.

Ia menilai situasi ini seharusnya membuat pemerintah mengambil peraturan untuk mengatur mekanisme pencegahan penyebaran Covid 19.

"Itu fenomena yang harus jadi perhatian pemerintah, jangan sampai anak mengambil tindakan sendiri karena didorong rasa takut. Lebih baik kita ambil tindakan pencegahan," tambahnya.

Seperti yang diketahui, saat ini PTM 100 persen masih berjalan di sejumlah daerah.

Banyak kritik yang kemudian dilayangkan kepada pemerintah menyoal masih diberlakukannya PTM 100 persen, meskipun penularan Covid 19 varian Omicron meningkat secara signifikan.

Akan tetapi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, belum ada anak-anak yang di rawat di rumah sakit.

"Kalau saya lihat datanya yang dirawat di rumah sakit adalah banyaknya saat ini lansia dan orang tua."

"Sampai hari ini belum ada anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan kategori gejala sedang dan berat," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved