Breaking News:

Petugas Pengangkut Sampah 'Kucing-kucingan' dengan Warga Desa Laliko, Jalan Masuk TPS Diblokade

"Kemarin sempat di hadang, tapi  ternyata dia masuk lagi malam hari dan subuh," ucap Azhari kepada tribun, Rabu (12/1/2022).

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Sejumlah warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memblokade akses masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS), Rabu (12/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sejumlah warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memblokade akses masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang kembali diaktifkan, Rabu (12/1/2022) .

Aksi blokade atau pemalangan tersebut, setelah sejumlah armada pengangkut sampah ditemukan masuk membongkar muatannya. 

Tokoh pemuda Desa Laliko, Ashari menyampaikan ada sekitar tujuh unit armada pengangkut sampah telah masuk membuang ke lokasi itu.

Baca juga: Jelang Masa Jabatan Gubernur Sulbar Berakhir, Baliho Bupati Polman Mulai Bertebaran

Baca juga: Siswa SDN 4 Mamuju Masih Belajar di Tenda Darurat, Orangtua: Kasihan Anak-anak Kepanasan

"Kemarin sempat di hadang, tapi  ternyata dia masuk lagi malam hari dan subuh," ucap Azhari kepada tribun, Rabu (12/1/2022).

Warga sangat kecewa karena pemerintah mengaktifkan kembali TPS ini.

Padahal dalam pertemuan rapat dengar pendapat di DPRD beberapa waktu lalu, lokasi ini dinilai tidak layak untuk dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Sejumlah warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memblokade akses masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS), Rabu (12/1/2022).
Sejumlah warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memblokade akses masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS), Rabu (12/1/2022). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Bahkan, pernyataan itu dikemukakan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah Polewali Mandar.

Ashari mengaku, pengangkutan sampah ke Desa Laliko memang ada pemberitahuan kepada pihak desa setempat.

Hanya saja dikhususkan untuk empat unit armada yang batal membongkar muatannya di Desa Balanipa karena dihadang warga.

Oleh karena itu, Ashari dan warga setempat berjanji akan terus mengawasi  pengangkutan sampah masuk di Desa Laliko.

"Kita akan blokade dan akan secara bergantian berjaga disana," tuturnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved