Breaking News:

Camat Balanipa Malam Ini Gelar Pertemuan dengan Tokoh Pemuda Terkait Penolakan TPA

"Tapi niatnya Pak Bupati ini bagus. Sampah ini nanti tidak ditumpuk lagi seperti tempat pembuangan biasanya," ujarnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Ridwan Alimuddin
TPA di Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, Polman, Sulbar terlihat dari udara. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Aksi mahasiswa dan pemuda Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terkait penolakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mendapat respon dari pemerintah setempat.

Camat Balanipa, Muhammad Sukri mengaku akan menggelar pertemuan dengan para mahasiswa dan tokoh pemuda membahas masalah tersebut.

Pertemuan rencana dilaksanakan di kantor kelurahan Balanipa, Kamis (6/1/2022) malam ini.

"Ini malam ada rencana pertemuan di kantor kelurahan. Saya siap hadir," ucap Muhammad Sukri kepada Tribun melalui telepon selulernnya.

Warga dan pemuda Balanipa berjaga-jaga di jalur masuk lokasi yang akan dijadikan TPA Sampah, Kamis (6/1/2022).
Warga dan pemuda Balanipa berjaga-jaga di jalur masuk lokasi yang akan dijadikan TPA Sampah, Kamis (6/1/2022). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Ia menjelaskan terkait masalah pemindahan TPA Paku ke Balanipa sudah mendapat pemberitahun dari pemerintah kabupaten.

Namun demikian, ia mengaku rencana ini belum sampai kepada masyarakat dan mahasiswa atau tokoh pemuda setempat.

"Tapi niatnya Pak Bupati ini bagus. Sampah ini nanti tidak ditumpuk lagi seperti tempat pembuangan biasanya," ujarnya.

Sampah yang di buang ke TPA Balanipa akan dikelolah atau didaur ulang. Sehingga masyarakat setempat nantinya bakal diberdayakan.

Baca juga: TPA Dipindahkan ke Balanipa, Dosen Unsulbar: Mestinya Disosialisasikan Terlebih Dahulu

Baca juga: Deklarasi Janji Kinerja 2022 Kementerian Hukum dan HAM, Yasonna Komitmen Tingkatkan Kinerja

"'Cuma masyarakat kita tidak sabaran. Karena memang untuk mendatangkan alatnya butuh waktu karena harganya tidak murah, butuh anggaran besar," tuturnya.

Ia berharap persoalan TPA di Balanipa bisa selesai dan dipahami oleh masyarakat.

Sekedar diketahui pemindahan TPA Paku ke Balanipa mendapat penolakan keras dari masyarakat karena lokasinya di anggap tidak layak.

Pemuda dan masyarakat Balanipa pun mulai memalang jalur masuk ke lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah.

Aksi pemalangan ini untuk mengantisipasi aktivitas pembuangann sampah di daerah tersebut.

Semenjak dipalang beberapa armada yang hendak masuk membongkar muatannya diusir dan diminta untuk kembali.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved