Antispasi Dampak La Nina, BNPB Minta Seluruh Elemen Masyarat Tingkatkan Kesiapsiagaan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh elemen masyarakat tingkatkan kesiapsiagaan untuk antisipasi dampa La Nina.
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Banjir-di-Dusun-Babalang-Sejati-Desa-Beru-beru-Kecamatan-Kalukku.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Badan Nasional Penanggulangan Benana (BNPB) meminta seluruh elemen agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca dan adanya fenomena La Nina di Indonesia.
Sepanjang periode 2016-2020 BNPB mencatat 17.032 kali kejadian bencana yang terjadi di Indonesia.
Hampir 99 persen kejadian bencana yang dilaporkan adalah jenis hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Selama periode 2021, tercatat setidaknya ada 2.172 kejadian bencana alam hingga 3 November 2021 yang juga didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi.
Kepala BNPB, Ganip Warsito menggaris bawahi bencana yang terjadi bukanlah jumlah yang kecil.
Baca juga: Menko PMK Minta Pemerintah Daerah Masif Giatkan Edukasi Mitigasi Bencana untuk Atasi Dampak La Nina
Baca juga: Menteri Syahrul Yasin Limpo Siapkan 8 Strategi Hadapi La Nina Agar Produksi Pertanian Tetap Lancar
Jika dirata-rata maka Indonesia setidaknya mengalami kejadian bencana sebanyak 10 kali dalam sehari. Di sisi lain, setiap bencana juga diikuti oleh kerugian harta dan jiwa raga.
"Artinya, setiap hari setidaknya kita mengalami kejadian bencana sebanyak 10 kali."
"Hal ini tentu bukanlah jumlah yang kecil, karena setiap bencana selalu membawa dampak kerugian harta dan jiwa," kata Ganip Warsito.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan informasi peringatan dini tentang fenomena La Nia yang melanda di wilayah Indonesia sejak bulan Agustus dan diperkirakan akan berkembang hingga Februari 2022.
Fenomana La Nina itu akan berdampak pada kenaikan intensitas hujan dan dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Ganip meminta agar seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kesiap siagaan dan mengupayakan langkah mitigasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Upaya kesiap siagaan tersebut harus dilakukan pada level yang lebih kecil hingga kabupaten atau kota.
"Pada level yang lebih kecil, yaitu kabupaten/kota, kewaspadaan serta mitigasi dampak La Nina mutlak dilakukan," terangnya.
Apresiasi BNPB Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Ganip memberikan apresiasi kepada BPBD yang telah melaksanakan apel kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi dampak La Nina di wilayahnya masing-masing.