Jumat, 5 Juni 2026

Krisis Energi Menghantui Gara-gara Perang Pemerintah Diminta Geser Anggaran MBG untuk Subsidi BBM

Agar ini bisa tercapai, maka program kerja yang sejatinya tidak terlalu penting disesuaikan dulu dalam kondisi menghadapi krisis energi

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Krisis Energi Menghantui Gara-gara Perang Pemerintah Diminta Geser Anggaran MBG untuk Subsidi BBM
Hasri
Makan Bergizi Gratis - Relawan MBG yang sedang menyiapkan makanan di dapur MBG di Rangas Beach, Keluruhan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, pada Jumat (2/5/2025). Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulbar, Hasri, menyebutkan, hingga saat ini terdapat dua dapur MBG yang sudah beroperasi di Sulbar, keduanya berlokasi di Kabupaten Mamuju. Dapur pertama berada di wilayah Simboro, yang telah melayani makan bergizi gratis bagi 3.270 siswa dari 21 sekolah. Sedangkan dapur kedua berlokasi di Karema, yang memberikan layanan kepada 2.797 siswa dari 10 sekolah. 

Ringkasan Berita:1. Dengan memangkas anggaran MBG, Kopdes MP, dan pembangunan IKN, pemerintah dinilai bisa menghemat total Rp340 Triliun.
2. Anggaran tersebut disarankan untuk dialokasikan guna menjaga subsidi energi dan BBM agar harga tidak perlu naik di tengah ancaman krisis energi global akibat konflik AS-Israel vs Iran.
3. Program MBG dianggap paling realistis untuk disesuaikan skala implementasinya

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira meminta pemerintah segera menggeser pos anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan menelan anggaran Rp335 Triliun di 2026 hingga program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar Indonesia tidak terseret menjadi negara yang tertekan akibat potensi krisis energi.

Krisis energi sedang menghantui dunia akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan lebih terdampak akibat peperangan ini.

Baca juga: Permintaan Tinggi Usai Lebaran Harga Cakalang di Mamuju Tengah Tembus Rp60 Ribu per Kilogram 

Baca juga: MBG Mau Dipangkas dari 6 ke 5 Hari Sepekan Menkeu Purbaya Sebut Negara Bisa Hemat Rp40 Triliun

Bhima Yudhistira mengatakan, apabila anggaran tersebut bisa dialokasikan, maka subsidi untuk energi dan juga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa tetap terjaga.

"Bukan dengan menaikkan harga BBM atau LPG, tapi geser anggaran dulu," kata Bhima kepada Tribunnewscom, Jumat (27/3/2026).

Agar ini bisa tercapai, maka program kerja yang sejatinya tidak terlalu penting disesuaikan dulu dalam kondisi menghadapi krisis energi saat ini.

"Ada pos belanja yang belum urgent (penting) bisa dipangkas," ucap Bhima.

"MBG dan Kopdes MP, pembangunan IKN total bisa hemat 340 triliun," sambung dia.

Menurut Bhima, dengan adanya alokasi anggaran tersebut, maka pemerintah akan memiliki cadangan anggaran di tahun ini, serta memberikan relaksasi terhadap defisit APBN.

Setali tiga uang disampaikan Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet.

Menaikkan harga BBM seharusnya menjadi opsi terakhir.

Kebijakan kenaikan harga BBM bakal berpotensi makin memperburuk perekonomian karena melemahnya daya beli masyarakat.

Solusinya adalah pemerintah bisa melakukan efisiensi belanja program kerja.

"Pastikan subsidi energi tetap terkendali, misalnya dengan memperketat penyaluran agar lebih tepat sasaran dan mengurangi kebocoran," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved