SKD CPNS 2021
Gubernur Sulbar Tegaskan Belum Terima Daftar Nama 59 Peserta CPNS 2021 Diduga Curang
"Sudah dan yang wajib mengumumkan PPK-nya," kata Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama Satya Pratama saat dihubungi, Rabu (3/11/2021).
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gubernur-Sulbar-Ali-Baal-Masdar-saat-ditemui-usai-melantik-eselon-II.jpg)
"Jika BKN menemukan kembali adanya Tilok yang terindikasi kecurangan, BKN akan menerapkan konsekuensi yang sama," ujarnya.
Dia kembali menegaskan, pihak PPK bertanggung jawab mengumumkan nama-nama peserta didiskualifikasi.
Sedangkan, keterlibatan oknum BKN belum bisa dikomentari karena masih dalam penyilidikan.
"Tidak ada komentar, masih penyelidikan," tutup Satya.
Sebelumnya, juga Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan adanya dugaan kecurangan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021.
Beredar surat edaran temuan ditujukan ke Menpan RB bahwa ada kecurangan di Sulbar.
Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri cost-sharing ini berlangsung pada 14-25 September 2021.
Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029.
Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN pada 23 September 2021 dan media daring menunjukkan pengerjaan tidak wajar.
Baca juga: Kantor Imigrasi Mamuju Buka Layanan Paspor di Rujab Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni
Baca juga: Banyak Ditemukan Dugaan Kecurangan, Junimart Girsang Usul Tes SKD CPNS Diulang
Satu PC dari tilok ini dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN.
Hasil forensik menunjukan terdapat aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang diinstall pada 12 September 2021.
Aplikasi ini terbukti dipakai pada saat pelaksanaan SKD pada tanggal 16 September 2021 Sesi I.
Peserta diduga mendapat bantuan dari pihak lain mendapat nilai tertinggal nasional, 510.
Dari hasil analisis, terdapat 40 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.
Begitupun, di Mamasa terdapat 19 orang terlibat melakukan kecurangan.
Sehingga total peserta yang diduga curang mencapai 59 orang. (*)
Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin