Tenun Dodo

Mengenal Tenun Dodo Tradisional Khas Pana' Kabupaten Mamasa

Jauh sebelum Mamasa jadi kabupaten, menenun menjadi kreativitas kaum perempuan di beberapa desa.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Puteri Wisata Sulbar 2021 Finalis asal Mamasa saat memperagakan proses tenun tradisional khas pana' 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kabupaten Mamasa, sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kain tradisional di Sulawesi Barat.

Meski bukan satu-satunya di Indonesia, namun tenunan Mamasa memiliki ciri khas tersendiri.

Apalagi proses tenunnya masih dilakukan dengan alat tradisional.

Jauh sebelum Mamasa jadi kabupaten, menenun menjadi kreativitas kaum perempuan di beberapa desa.

Kearifan lokal itu, hingga kini masih terus digeluti.

Dahulu kala, kain khas Mamasa hanya digunakan sebagai bahan baku membuat sambu' atau dodo (sarung) dan busana adat.

Lambat laun, berbagai inovasi, pun mulai dimunculkan dengan bahan dasar kain khas Mamasa.

Seperti membuat selendang, jas, tas, rok, taplak meja dan aksesori lainnya.

Proses tenun tenun tradisional ini masih dilestarikan kaum perempuan Kecamatan Pana.

Satu diantaranya adalah Limbong, warga Desa Panura, Kecamatan Pana.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved