Komando Cadangan

INI Perbedaan Komando Cadangan atau Komcad Indonesia dengan Wajib Militer Korea Selatan

Kekuatan cadangan yang merupakan masyarakat biasa ini bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka jika situasi sedang kondusif.

Editor: Munawwarah Ahmad
Dokumentasi Polres Polman
Ilustarasi - Aparat TNI dan Polres Polman berbaris untuk upacara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl Poros Pinrang Polman Dusun Rea Timur Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman 

Apalagi, diketahui pemerintah mendaftarkan orang yang sudah meninggal dan bayi di dinas militer demi mendapatkan pungutan pajak lebih banyak dari rakyat.

Ini mendatangkan kritik hebat yang akhirnya menjadi alasan jatuhnya Dinasti Joseon.

Reformasi wajib militer

Pada 1894 terjadi reformasi politik dalam rangka mereformasi sistem wajib militer secara modern.

Seorang bernama Hong Beom-shik menawarkan visinya untuk mereformasi sistem wajib militer sebagai bagian dari reformasi negara.

Lalu pada Juli 1907, Undang-Undang Perekrutan diundangkan dan Agustus 1908, Peraturan Pendaftaran Militer ditetapkan.

Aturan-aturan ini adalah kerangka kerja sistem wajib militer modern yang merinci usia, peran, batas waktu dinas, dan rencana perekrutan pada masa damai dan perang.

Saat ini, aturan wajib militer Korea Selatan berbasis pada UU yang ditetapkan tahun 1965.

Mereka yang diwajibkan mengikuti program ini adalah semua laki-laki usia 18-35.

Sementara bagi perempuan tidak wajib namun bisa mendaftar dalam Korps Pelatihan Perwira Cadangan.

Lama waktu wajib militer ini sekitar 2 tahun.

Tergantung dari lokasi penempatannya, apakah di angkatan darat, laut, atau udara.

Syarat Daftar Komando Cadangan atau Komcad di komcad.kemhan.go.id

Pemerintah akan menerima 3.103 pasukan Komponen Cadangan atau Komcad.

Komponen cadangan atau Komcad ini secara resmi telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved