Gulirkan Kompetisi Liga 2, PSSI Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia gulirkan kompetisi Liga 2 dan terapkan prokes secara ketat.
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Logo-BRI-Liga-1-2021.jpg)
Keberadaan zonasi tersebut akan mempermudah praktik physical distancing dan mencegah kerumunan berlebihan.
"Ajang sepak bola adalah untuk prestasi, apalagi kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ditahun 2023 nanti."
"Kompetisi yang dijalankan itu penting untuk mengasah prestasi. Walaupun dari segi pemulihan ekonomi masih belum terlihat, karena seluruhnya diselenggarakan tanpa penonton," ucap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi.
Selain itu, PSSI juga membentuk satuan tugas (Satgas) yang berisikan para ahli dibidang kedokteran dan penanganan Covid 19 yang akan bertugas di Kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Satgas tersebut akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid Nasional dan daerah, serta didukung oleh tim Compliance Officers Prokes LIB dalam operasional penerapan Prokes di pertandingan mulai:
- Alat dan fasilitas kesehatan
- Swab/PCR tes dan tracking, tracing, treatment
Airlangga Hartarto juga mengatakan, jika prokes yang dilaksanakan oleh PSSI ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kompetisi cabang olahraga yang lain.
Dengan pertandingan yang ditayangkan di televisi maupun secara live streaming dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang berada di rumah dalam masa pandemi.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)