Gulirkan Kompetisi Liga 2, PSSI Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia gulirkan kompetisi Liga 2 dan terapkan prokes secara ketat.
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Logo-BRI-Liga-1-2021.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Kompetisi sepak bola Liga 1 tahun 2021/2022 telah digulirkan sejak 27 Agustus lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Kini, kompetisi Liga 2 juga telah dibuka secara resmi oleh Mochamad Iriawan, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Stadion Manahan pada Minggu (26/9/2021) dengan tim Persis Solo melawan Putra Sunan Giri (PSG) Pati menjadi laga pembuka.
Seperti penyelenggaraan kompetisi Liga 1, kompetisi Liga 2 juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Dikutip dari ekon.go.id, persyaratan wajib bagi semua pemain, wasit, official, dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan harus sudah memperoleh vaksin dosis kedua, mendaftarkan diri di NAR, dan aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga: 3 Anak SSB PS Polman Ikut Latihan Akademi PSM Makassar Jelang EPA Liga 1 U-16
Baca juga: LINK Live Streaming Indosiar PSM Makassar vs Persebaya di Liga 1 2021 Pukul 19.15 WITA
Penerapan prokes pada Liga 2
Prokes yang ditetapkan yaitu:
- Melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) sebelum berangkat ke kota venue pertandingan dan setiba di hotel, serta disetiap pertandingan
- Penerapan 3M juga dilakukan di setiap area kompetisi
- Pembuatan Pakta Integritas antara pemain,klub,dan pelaksana pertandingan agar semua pihak disiplin menerapkan prokes
- Pertandingan dilaksanakan tanpa pertandingan
Sementara itu, di dalam area stadion saat pertandingan hanya boleh dihadiri oleh 299 orang dengan terbagi kedalam empat zonasi, yakni:
1. Zona 1 adalah area lapangan dan pinggir berjumlah 114 orang
2. Zona 2 adalah area ruang ganti berjumlah tujuh orang
3. Zona 3 adalah area tribun yang berjumlah 115 orang
4. Zona 4 adalah area di luar stadion yang berjumlah 63 orang
Keberadaan zonasi tersebut akan mempermudah praktik physical distancing dan mencegah kerumunan berlebihan.
"Ajang sepak bola adalah untuk prestasi, apalagi kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ditahun 2023 nanti."
"Kompetisi yang dijalankan itu penting untuk mengasah prestasi. Walaupun dari segi pemulihan ekonomi masih belum terlihat, karena seluruhnya diselenggarakan tanpa penonton," ucap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi.
Selain itu, PSSI juga membentuk satuan tugas (Satgas) yang berisikan para ahli dibidang kedokteran dan penanganan Covid 19 yang akan bertugas di Kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Satgas tersebut akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid Nasional dan daerah, serta didukung oleh tim Compliance Officers Prokes LIB dalam operasional penerapan Prokes di pertandingan mulai:
- Alat dan fasilitas kesehatan
- Swab/PCR tes dan tracking, tracing, treatment
Airlangga Hartarto juga mengatakan, jika prokes yang dilaksanakan oleh PSSI ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kompetisi cabang olahraga yang lain.
Dengan pertandingan yang ditayangkan di televisi maupun secara live streaming dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang berada di rumah dalam masa pandemi.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)