Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah: Pemerintah Terapkan Strategi Prokes dan Deteksi
Pemerintah akan menerapkan strategi protokol kesehatan dan deteksi untukmencegah klaster PTM terbatas di sekolah.
Penulis: Suandi | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Siswa-Sekolah-Dasar-Negeri-SDN-035-Paku-Kecamatan-Binuang.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Presiden RI, Joko Widodo instruksikan Kementerian Kesehatan dab Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Kementerian Kesehatan akan lakukan dua strategi pengendalian Covid 19 yang sifatnya di sisi hulu, yaitu strategi protokol kesehatan dan strategi deteksi atau surveilans atau 3T (testing, tracing, dan teratment).
Untuk strategi surveilans di satuan pendidikan dimulai secara masif sejalan dengan PTM terbatas yang harus dilakukan guna menekan kerugian jangka panjang bagi peserta didik.
Pemerintah akan secara aktif mencari kasus dengan maksud deteksi di satuan pendidikan.
Baca juga: Siswa SD Inpres Rimuka Mamuju Simulasi Protokol Kesehatan Covid-19 Sebelum PTM
Baca juga: Ketua IGI Mamuju: PTM Solusi Mengembalikan Semangat Belajar Siswa
Deteksi tersebut akan menggunakan metode sampling.
Metode sampling yang dipakai juga berdsarkan kecamatan.
Mengingat penularan lebih berpotensi terjadi antar kecamatan.
Sehingga kecamatan memang harus dimonitor secara ketat.
"Pemerintah akan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) kepada 30 orang siswa dan 3 orang pendidik dan tenga kependidikan (PTK) untuk setiap sekolah yang rutin dilakukan minimal satu kali per bulan," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Dikutip dari kominfo.go.id pada Selasa (28/9/2021) jika sekolah yang di tes menunjukkan positivity rate antara 1-5 maka pemerintah akan melakukan tes terhadap semua anggota rombongan belajar dan akan dilakukan karantina.
"Sekolahnya kita ubah menjadi online dahulu, menjadi daring dulu selama 14 hari."
"Sambil kita rapihin, kita bersihkan, prokesnya mungkin mesti diperbaiki, direview, kembali oleh timnya Pak Nadim dan dinas kesehatan," tegasnya.
Langkah surveilans tersebut dilakukan pada level yang paling kecil.
Sehingga jika terbukti ada penularan masif, maka hanya sekolah yang terdampak yang ditutup.
Sedangkan sekolah dengan prokes yang baik akan tetapmelakukan PTM terbatas.