Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah: Pemerintah Terapkan Strategi Prokes dan Deteksi
Pemerintah akan menerapkan strategi protokol kesehatan dan deteksi untukmencegah klaster PTM terbatas di sekolah.
Penulis: Suandi | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Siswa-Sekolah-Dasar-Negeri-SDN-035-Paku-Kecamatan-Binuang.jpg)
Miskonsepsi PTM
Miskonsepsi pertama
Isu pertama mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8 persen satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir.
Angka 2,8 persen tersebut adalah jumlah komulatif sejak Juli 2020, bukan data per satu bulan.
Miskonsepsi kedua
Penularan Covid 19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan.
Presentase sebanyak 2,8 persen tersebut bukan data klaster melainkan data jumlah sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid 19.
"2,8 persen dari sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang (terkena) Covid 19, itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM," ucap Nadiem Makarime, Mendikbud Ristek.
Miskonsepsi ketiga
Isu mengenai 15 ribu murid dan tujuh guru yang terkonfirmasi positif selama PTM terbatas berasal dari satuan pendidikan yang belum diverifikasi.
"Itu berdasarkan laporan data mentah yang ternyata banyak sekali errornya," tegasnya.
Strategi Kemdikbud Ristek
Kemdikbud Ristek kedepannya akan melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pengendalian Covid 19 di satuan pendidikan.
Startegi pertama
Memastikan jika sekolah-sekolah mendukung fasilitas random testing atau sampling yang dilakukan.