Breaking News:

Opini Tribun

Land Below The Wind (Negeri Bawah Angin)

Negeri yang damai dengan upaya saling memberikan peran kepada laki-laki dan wanita bersatu dalam Sibali parri.

Editor: Nurhadi Hasbi
Prof Gufran Darma Dirawan
Taman Budaya Buttu Cipping di Kecamatan Tinambung, Polman, Sulbar. 

Oleh : Prof. Dr. Gufron Darma Dirawan, M.,EMD.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat

SUDAH menjadi hukum bahwa selat Makassar merupakan jalur perdagangan sutera maupun jalur rempah.

Thomas Grevages dan Tomi Pires abad ke 15 melukiskannya dengan sangat detil dimana ada satu bangsa yang sangat cerdas dengan bahasa.

Kecerdasan komunikasi maupun kecerdasan bahasa (intelectual communication or intelectual language) merupakan bagian dalam kehidupan keseharian orang Mandar yang merupakan salah satu suku bangsa yang terletak di Nusantara.

Bangsa yang mempunyai kecerdasan tentang alam bahkan kecerdasan dalam hal perbintanganan.

Kemampuan ini diturunkan secara folklore dikomunikasikan melalui berbagai petuah petuah adat yang sangat tinggi akan pemaknaan konotatifnya.

Sehingga kadang secara sadar bangsa ini kemudian menjadi salah satu bangsa penjelajah yang mampu untuk menaklukkan berbagai lautan di dunia.

Perjalanan Baggo dan Phinisi, memperlihatkannya kenyataan tersebut begitu banyak cerita tentang negeri seberang.

Mulai dari Saigon, Hokkaido, Taiwan, Sulu di utara hingga ke negeri selatan yang diceritakan secara turun temurun dan dikisahkan secara nyata dimuka masyarakat.

Bangsa penjelajah juga bangsa pemberani yang menaklukkan lautan hingga jauh hingga ke Maroko.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved