Breaking News:

Randis Bupati Polman

Randis Bupati Polman Rp 2,5 M, Dosen Unsulbar : Kalau Langgar Aturan Seharusnya DPRD Tak Sahkan

Harga mobil dibeli jenis Mercedes Benz (Mercy) tipe GLS-Class  yang nilainya mencapai Rp 2,5 miliar.

TRIBUN-SULBAR/HASAN BASRI
Dosen Administrasi Publik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Aco Nata Saputra. 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN -- Dosen Administrasi Publik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Aco Nata Saputra, menanggapi polemik pengadaan kendaraan dinas Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar. 

Kendaraan dinas orang nomor satu di Polewali Mandar jadi perbicaraan publik karena harganya fantastis.

Apalagi diadakan di masa masyarakat menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid 19.

Baca juga: Bupati Polman Beli Randis Rp 2,5 M, Asri Anas : Menteri Saja Tidak Ada Pakai Mercy

Baca juga: 7 Fakta Pengadaan Randis Rp2,5 Miliar Bupati Polman, Mercedes Benz GLS-Class

Harga mobil dibeli jenis Mercedes Benz (Mercy) tipe GLS-Class  yang nilainya mencapai Rp 2,5 miliar.

Menurut Aco Nata Saputra , semestinya pengadaan mobil ini tidak perlu dipersoalkan lagi. 

Sebab anggaran pengadaan mobil sudah disetujui dan disahkan di DPRD Polewali Mandar melalui pembahasan APBD pokok 2021.

"Seharusnya pengadaan mobil randis bupati tidak berpolemik, karena sudah disahkan dan disetujui DPRD," ujarnya. 

Mercedes Benz GLS-Class
Mercedes Benz GLS-Class (oto.com)

Pengadaan randis tersebut dinilai sudah melalui mekanisme proses administrasi dan politik di DPRD. 

Ia mengaku jika pengadaan mobil randis tidak sesuai dan ada pelanggaran, otomatis anggota DPRD sejak awal menolak. 

Kemudian anggaran Randis ini juga tidak dicoret di Kementerian Dalam Negeri pada saat proses asistensi. 

"Yang jadi soal ketika di pengadaan tidak sesuai yang tertera di APBD. Misalnya yang nilainya Rp 2,5 miliar, terus yang datang Rp 3 miliar, " ujarnya. 

Mengenai momentun pembelian di masa pandemi Covid 19 yang dinilai tidak tepat, kata Aco juga menyampaikan, sudah ada tupoksi anggaran masing masing. 

"Kalau persoalan momentun pandemi sampai kapan. Sekarang kan sudah adami di APBD apalagi berjalan dua tahun. 

Sudah  dianggarkan tersendiri yang berkaitan dengan penanganan covid dan dampak Covid, " ucapnya. (*)  

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved