Selasa, 21 April 2026

Dugaan Korupsi Polman

Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Feasibility Study Bandara Polman, Periksa 24 Saksi

Para saksi berasal dari berbagai unsur, mayoritas adalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Polman.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Feasibility Study Bandara Polman, Periksa 24 Saksi
fahrun Ramli Tribun Sulbar
KANTOR KEJAKSAAN POLEWALI MANDAR - Kantor Kejari Polman yang berada di Jl Muh Yamin, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Polman. Penyidik menyelidiki dugaan korupsi dalam kegiatan Feasibility Study pembangunan bandara di Polman, Selasa (2/9/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar (Polman) tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam kegiatan feasibility study (FS) pembangunan bandara di Polman.

Penyelidikan dilakukan oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus), Selasa (2/9/2025).

Sejauh ini, sebanyak 24 saksi telah diperiksa.

Baca juga: Sekda Idris Sebut Pembangunan Bandara Polman Tidak Butuh Lahan Luas

Para saksi berasal dari berbagai unsur, mayoritas adalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Polman.

Kasi Intel Kejari Polman, Febrianto, mengatakan, sejumlah saksi yang diperiksa merupakan mantan pejabat Pemkab Polman.

Beberapa di antaranya masih aktif, sementara lainnya sudah pensiun.

“Sudah 24 saksi yang diperiksa, banyak di antaranya mantan pejabat di Polman,” ujar Febrianto kepada wartawan.

Ia belum membeberkan identitas para saksi karena masih dalam tahap penyelidikan.

Namun, ia memastikan, seluruh saksi yang diperiksa memiliki potensi menjadi tersangka.

“Akan ada penambahan saksi. Semua yang terkait kasus bandara Polman pasti diperiksa,” tegasnya.

Febrianto menyebut penyidik menargetkan penyelesaian kasus ini pada akhir tahun 2025.

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan dua kali penganggaran kegiatan feasibility study bandara Polman.

Kegiatan FS sendiri merupakan analisis awal untuk mengukur kelayakan proyek pembangunan.

Pada 2018, Pemkab Polman menganggarkan Rp600 juta untuk studi lokasi bandara di Dusun Tete, Desa Paku, Kecamatan Binuang.

Kemudian, pada 2021, kembali dianggarkan Rp800 juta untuk lokasi berbeda di Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Polewali.

Total anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp1,4 miliar.

Meski dana telah digunakan, hingga kini pembangunan bandara tak kunjung terealisasi.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved