Breaking News:

Randis Bupati Polman

Bupati Polman Beli Randis Rp 2,5 M, Asri Anas : Menteri Saja Tidak Ada Pakai Mercy

Asri Anas menilai pembelian mobil dengan harga Rp 2,5 miliar sebagai bentuk foya foya di atas penderitaan masyarakat yang tengah kesususahan.

Bupati Polman Beli Randis Rp 2,5 M, Asri Anas : Menteri Saja Tidak Ada Pakai Mercy
TRIBUN-SULBAR/HASAN BASRI
Ketua Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPP KKMSB), Muhammad Asri Anas

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Ketua Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPP KKMSB), Muhammad Asri Anas turut menyoroti pengadaan kendaraan dinas (Randis) Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar

Pasalnya, Randis mobil yang dibeli melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) cukup fantastik seharga Rp 2,5 miliar. 

Mobil dengan  jenis Mercedes Benz (Mercy) tipe GLS-Class di atas harga mobil kendaraan dinas level menteri dan gubernur atau wagub di DKI Jakarta. 

Baca juga: 7 Fakta Pengadaan Randis Rp2,5 Miliar Bupati Polman, Mercedes Benz GLS-Class

Baca juga: Setujui Randis Bupati Rp 2,5 M, Rahim Minta Anggota DPRD Nasdem di Polman Minta Maaf ke Masyarakat

"Kalau saya sendiri malu malu. Kita biasa membandingkan orang lain. Selevel di kabupaten Jawa Barat tidak ada pakai mercy.

Mobil dinasnya aja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ngak ada mercy. Mobil Menteri itu Inova kemudian paling tinggi Camry yang harganya 700 juta," ujar Asri Anas. 

Mercedes Benz GLS-Class
Mercedes Benz GLS-Class (oto.com)

Mantan Anggota DPD RI ini menilai pembelian mobil dengan harga Rp 2,5 miliar sebagai bentuk foya foya di atas penderitaan masyarakat yang tengah kesusahan. 

Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan seharusnya kata Asri, mempertimbangkan aspek hukum dan etik. 

Aspek hukumnya adalah berpedoman pada peraturan menteri dalam negeri tentang pengadaan Randis. 

nampak randis Bupati Polman Andi Ibrahim di dalam rumah jabatan
nampak randis Bupati Polman Andi Ibrahim di dalam rumah jabatan (Tribun Sulbar / Hasan Basri)

Dalam peraturan disebutkan pejabat Eselon I mendapatkan jatah mobil dinas maksimal berharga Rp 702.970.000

Sementara dari segi etika karena kondisi masyarakat saat ini tengah menghadapi pandemi Covid 19.

Uang senilai Rp 2,5 miliar dianggap lebih bijak ketika digunakan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi. 

"Untuk apa beli mobil mewah. Saya kira  Tidak hilang nilai kalau bupati pakai Inova, Pajero, Fortuner. 

Masyarakat itu menilai bukan dari mobil, tapi dari apa yang kita kerjakan. Mampuka bupati menurunkan angka kemiskinan, " tegasnya. 

Asri Anas menilai mobil Mercy's dari segi maintenance tidak layak di Sulawesi Barat, karena belum ada showroom untuk perawatan. (*)  

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved