Profil KH Abdul Majid Djalaluddin Mantan Hakim Senior Imam Masjid Besar Majene
Profil KH Abdul Majid Djalaluddin kuliah beasiswa S1 di universitas tertua di dunia Universitas Al-Azhar Khairo, Mesir
Penulis: Nasiha | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/KH-Abdul-Majid-Djalaluddin-Lc-MA.jpg)
Di sana, ia mengabdi selama 3.5 tahun.
Lalu, dimutasi di Pengadilan Agama Kelas Satu B Sengkang, Sulsel sebagai Wakil Ketua
Ia mengabdi di Sengkang selama tiga tahun lebih.
Setelah mengabdi di Sengkang, ia dipromosi jadi Ketua Pengadilan Agama Gorontalo Kelas Satu B.
Menjelang pensiun, tahun 2017, ia mengajukan masuk di Pengadilan Agama Kelas Satu A Makassar sebagai Hakim Senior.
Tahun 2020, ia resmi pensiun jadi hakim.
Semasa pensiunnya, ia menghabiskan waktu sebagai Imam Masjid Besar Nurul Abrar, Labuang, Kecamatan Banggae Timur
Ia juga mengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.
Di STAIN, ia mengambil mata kuliah ilmu mawaris merupakan ilmu yang mempelajari harta warisan.
.
Ia juga aktif membina sejumlah pengajian majelis taklim di Polman dan Majene.
Semasa hidupnya, ia memegang prinsip istiqomah.
Kepada Tribun-Sulbar.com, saat ditemui di kediamannya di Jl KH Sirajuddin Salam, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Rabu (11/8/2021), ia berpesan, sebaik-baiknya manusia, adalah dia yang berpegang teguh di jalan yang benar.
Bermanfaat untuk sesama.(*)