Profil KH Abdul Majid Djalaluddin Mantan Hakim Senior Imam Masjid Besar Majene
Profil KH Abdul Majid Djalaluddin kuliah beasiswa S1 di universitas tertua di dunia Universitas Al-Azhar Khairo, Mesir
Penulis: Nasiha | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/KH-Abdul-Majid-Djalaluddin-Lc-MA.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - KH Abdul Majid Djalaluddin Lc MA mantan hakim senior di Pengadilan Agama Kelas Satu A Makassar, Sulsel memilih mengabdikan diri di tanah kelahirannya, Kabupaten Majene, Sulbar.
Sejak penisun tahun 2020, ia menjadi Imam di Masjid Besar Nurul Abrar, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Majene.
Sepak terjangnya sebagai hakim membuatnya dikenal masyarakat luas.
Pria kelahiran Desember 1954 mengawali pendidikannya di SD Negeri 2 Majene.
Lalu melanjutkan pendidikannya selama empat tahun di Madrasah Tsanawiyah DDI Tinambung, Polewali Mandar (Polman).
Setelah itu, ia lanjut pendidikan di Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SPIAIN) di Majene selama dua tahun.
Tahun 1978, Ia melanjutkan studinya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Makassar, Fakultas Adab Bahasa Arab.
Tahun 1979, lulus beasiswa S1 di universitas tertua di dunia yakni Universitas Al-Azhar Khairo, Mesir
Di sana, ia menghabiskan masa mudanya sekitar delapan tahun
Ia kemudian kembali ke Indonesia dan menyelesaikan sarjana lengkap di Fakultas Syariah, IAIN Alauddin Makassar.
Tahun 1992, ia terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pengadilan Agama Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Tahun 1995, ia resmi diangkat sebagai hakim.
Tahun 2004, diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Tahun 2006 diangkat sebagai Ketua Pengadilan Agama Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Tahun 2010, dimutasi ke Kota Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara sebagai Ketua Pengadilan Agama.