PPKM Mamuju

PPKM Level 3 Berlanjut, Dukcapil Mamuju Tetap Buka Pelayanan, 2.000 Blangko KTP Tersedia

"Masa pandemi saat ini lebih amannya menggunakan daring. Masyarakat cukup masuk website kami dan memilih pelayanan yang diinginkan," tambahnya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Suasana pengurusan KTP di Kantor Dukcapil Mamuju, Sulbar, Rabu (4/8/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 hingga 9 Agustus 2021.

Perpanjangan berdasarkan intruksi menteri dalam negeri (Inmendagri) Republik Indonesia, nomor 29 tahun 2021.

Sementara, penerapan PPKM level 3 pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mamuju tetap terbuka.

Dari pantauan Tribun-Sulbar.com puluhan masyarakat datang mengurus berbagai keperluan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Dukcapil Mamuju, Agung Patola mengatakan pelayanan tetap dibuka seperti biasanya.

"Kita tetap terapkan prokes ketat. Pelayanan juga dari pukul 08.00 Wita pagi sampai pukul 16.30 Wita," kata Agung, Rabu (4/8/2021).

Lanjutnya, dua metode pelayanan diterapkan Dukcapil Mamuju yakni secara daring dan secara langsung.

"Masa pandemi saat ini lebih amannya menggunakan daring. Masyarakat cukup masuk website kami dan memilih pelayanan yang diinginkan," tambahnya.

Agung juga mengungkapkan sebanyak 2.000 blangko KTP masih tersedia hingga hari ini, Rabu (4/8/2021).

"Jadi stok kita masih banyak. Paling biasa antisipasi tinta ribon setiap minggu diganti dan biayanya Rp 5 juta maksimal tiga hari dipake sebanyak 400 keping bisa dicetak," ungkap Agung.

Baca juga: Pelayanan RSUD Mamuju Kembali Normal Setelah 30 Paramedis Positif Covid-19

Baca juga: Marthinus Tiranda ke Pangdam XIV Hasanuddin: Melintas di Mamasa Seperti Berjoget Tanpa Musik

Suasana pengurusan KTP di Kantor Dukcapil Mamuju, Sulbar, Rabu (4/8/2021).
Suasana pengurusan KTP di Kantor Dukcapil Mamuju, Sulbar, Rabu (4/8/2021). (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Sementara itu, Dukcapil juga memiliki progran jemput bola sampai pada tingkat desa.

"Jadi peremaman KTP bisa juga dilakukan di Kecamatan masing-masing. Kita satu minggu tiga kali mengunjungi desa melakukan pelayanan pembuatan kependudukan," bebernya.

Selian itu, 40 pegawai tidak tetap (PTT) Dukcapil bekerja semua. Bahkan delapan jam non stop bekerja.

"Semoga tidak ada pengurangan, karena pasti akan berdampak pada kinerja pelayanan di Dukcapil," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Habluddin

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved