COVID Mamuju
Bupati Mamuju dan Ketua DPRD Sulbar Sudah Vaksin II, Tapi Positif COVID-19 Kok Bisa?
Sebagian kecil orang yang sudah divaksinasi dilaporkan tetap terinfeksi COVID-19 disebut sebagai breakthrough infection.
Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Thamzil Thahir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sutinah-Suhardi-dan-Suraidah-Suhardi_23062020.jpg)
Hanya saja yang perlu diketahui adalah tidak ada vaksin yang bisa bekerja 100 persen efektif pada 100 persen penerimanya.
Artinya respons imun tiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin.
"Mengapa ada orang tertentu yang masih bisa terinfeksi usai divaksinasi sementara lainnya tidak? Ada banyak kemungkinannya," kata Kate seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO pada Jumat (2/7/2021).
"Sebagian alasannya berkaitan dengan seberapa besar paparan seseorang terhadap patogen. Kadang mungkin Anda sudah terpapar, tapi hanya dosis kecil dari patogen itu," lanjutnya.
Dalam proses sistem imun mengenali kuman penyebab penyakit, bisa saja tubuh seseorang membutuhkan paparan dosis yang lebih banyak dan konstan.
Kate mengatakan meski akhirnya vaksin tidak bisa melindungi 100 persen, orang yang sudah mendapat vaksinasi bisa tetap mendapat manfaat mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit. Artinya ia bisa terinfeksi, namun gejalanya ringan.
"Jadi tetap ada manfaat dari vaksin, tidak hanya untuk melindungi sepenuhnya dari infeksi," pungkas Kate. (*)