COVID Mamuju
Bupati Mamuju dan Ketua DPRD Sulbar Sudah Vaksin II, Tapi Positif COVID-19 Kok Bisa?
Sebagian kecil orang yang sudah divaksinasi dilaporkan tetap terinfeksi COVID-19 disebut sebagai breakthrough infection.
Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Thamzil Thahir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sutinah-Suhardi-dan-Suraidah-Suhardi_23062020.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Nurhadi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU -- Ketua DPRD Sulawesi Barat Suraidah Suhardi (35) dan Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suraidah (37 tahun), mengumumkan diri kembali positif terpapar COVID-19, Kamis (15/7/2021) pagi.
Hingga Jumat (16/7/2021), bersama Bupati Mamuju Sutinah Suhardi (37), kakak kandungnya, Suraidah Suhardi masih menjalani isolasi mandiri di rumah orangtuanya, Jl Husni Thamrin, Puncak, Binanga, Mamuju.
Keduanya sudah menjalani vaksin tahap II. Jenisnya Sinovac.
Sedangkan ayahnya, Suhardi Duka (58), sejauh ini menyatakan diri tetap sehat, negatif.
Baca juga: Positif Covid-19, Ternyata Ketua DPRD Sulbar Juga Hadiri Wisuda 450 Mahasiswa Universitas Tomakaka
Baca juga: Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi 2 Kali Terpapar COVID-19, Ini Perbedaan Gejala yang Dialaminya
"Saya sudah vaksin, Insyallah imun." Kata anggota Fraksi Demokrat DPR-RI itu, kepada Tribun-Sulbar.com.
Bagi Suraidah, status positif orang tanpa gejala (OTG), adalah kali kedua.
Empat bulan lalu, Senin (28/1/2021) atau sepekan usai gempa Mamuju 6,2 M, Suraidah juga umumkan diri positif.
Lantas, Kenapa Sutinah dan Suraidah bisa terpapar Covid-19 lagi, sementara keduanya sudah vaksin?
Baca juga: Selain Gubernur Sulbar, Ini Daftar Pejabat & Legislator Interaksi dengan OTG Covid-19 di DPRD Mamuju
Kasus bagi Kedua wanita politisi muda Sulbar ini, juga banyak menimpa penyitas COVID-19 lainnya.
Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), mengidentifikasi ini sebagai kejadian langka.
Sebagian kecil orang yang sudah divaksinasi dilaporkan tetap terinfeksi COVID-19 disebut sebagai breakthrough infection.
Lantas apa gunanya Vaksin?
Pakar vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O'Brien, menjelaskan vaksin bekerja untuk menangkal sebagian dari virus untuk dikenali imun tubuh.
Harapannya, imun cepat mengidentifikasi dan melawan bila virus asli datang.
Hanya saja yang perlu diketahui adalah tidak ada vaksin yang bisa bekerja 100 persen efektif pada 100 persen penerimanya.
Artinya respons imun tiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin.
"Mengapa ada orang tertentu yang masih bisa terinfeksi usai divaksinasi sementara lainnya tidak? Ada banyak kemungkinannya," kata Kate seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO pada Jumat (2/7/2021).
"Sebagian alasannya berkaitan dengan seberapa besar paparan seseorang terhadap patogen. Kadang mungkin Anda sudah terpapar, tapi hanya dosis kecil dari patogen itu," lanjutnya.
Dalam proses sistem imun mengenali kuman penyebab penyakit, bisa saja tubuh seseorang membutuhkan paparan dosis yang lebih banyak dan konstan.
Kate mengatakan meski akhirnya vaksin tidak bisa melindungi 100 persen, orang yang sudah mendapat vaksinasi bisa tetap mendapat manfaat mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit. Artinya ia bisa terinfeksi, namun gejalanya ringan.
"Jadi tetap ada manfaat dari vaksin, tidak hanya untuk melindungi sepenuhnya dari infeksi," pungkas Kate. (*)