Iduladha 1447 H
Nelayan Pasa'bu Mamuju Sambut Iduladha dengan Takbiran Keliling di Laut
Tak hanya lampu kerja nelayan, beberapa sudut perahu juga tampak dihias dengan lampu hias kecil untuk menambah semarak suasana.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nelayan-di-Kecamatan-Tapalang-Barat-menggelar-aksi-Takbir-Keliling-di-Lautan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Nelayan Desa Pasa'bu, Kecamatan Tapalang Barat, menggelar takbiran keliling di laut menggunakan perahu bagang menyambut Iduladha 1447 H.
- Puluhan perahu dihiasi lampu neon dan lampu hias, menciptakan pemandangan menarik di perairan Tapalang Barat.
- Konvoi takbiran berlangsung dari perairan Desa Pasa'bu menuju Dayanginna hingga Dungkait dan disambut antusias warga pesisir.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ada yang berbeda dengan perayaan malam Iduladha 1447 Hijriah di Desa Pasa'bu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Jika biasanya gema takbir bersahut-sahutan dari masjid atau iring-iringan kendaraan di jalan raya, puluhan nelayan di Desa Pasa'bu justru memilih melantunkan kalimat agung tersebut dari atas permukaan laut.
Dengan memanfaatkan perahu nelayan khas mereka yang disebut bagang, para nelayan di Kecamatan Tapalang Barat ini menggelar aksi "Takbir Keliling di Lautan" pada Selasa (26/5/2026) malam.
Baca juga: Iduladha 1447 H, Kemenag Catat Total Hewan Kurban di Sulbar 3.921 Ekor, 3.626 Sapi dan 295 Kambing
Baca juga: Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran di Wonomulyo Polman
Gemerlap Cahaya dan Gema Takbir di Laut Tapalang Barat
Acara yang digagas nelayan lokal ini dimulai sejak pukul 21.00 WITA. Titik kumpul utama berpusat di Pantai Sarana-Labuang, Desa Pasa'bu.
Suasana malam yang gelap seketika berubah menjadi panggung cahaya yang memesona.
Puluhan perahu bagang yang biasanya digunakan untuk mencari nafkah di malam hari dihias sedemikian rupa dengan lampu-lampu neon putih yang terang benderang.
Pantulan cahaya lampu dari struktur bambu perahu bagang berpadu indah dengan riak air laut, menciptakan pemandangan visual yang memukau dari bibir pantai.
Tak hanya lampu kerja nelayan, beberapa sudut perahu juga tampak dihias dengan lampu hias kecil untuk menambah semarak suasana.
Seiring dimulainya rute konvoi, gema takbir yang dipandu menggunakan pengeras suara dari atas perahu utama mulai membelah kesunyian malam di laut Tapalang Barat.
Suara takbir bergema secara khusyuk dan syahdu, bersahut-sahutan di antara deburan ombak.
Dari kejauhan, iring-iringan perahu ini bergerak perlahan membelah air laut, melintasi rute yang telah ditentukan mulai dari perairan Desa Pasa'bu, menuju Dayanginna, hingga berakhir di kawasan Dungkait.
Sejumlah nelayan dan warga tampak berdiri di atas dek bagang. Ada yang bertugas mengemudikan perahu, mengoperasikan genset listrik untuk lampu, hingga mengumandangkan takbir.
Di pesisir pantai, masyarakat setempat juga terlihat antusias berkumpul untuk menyaksikan fenomena religi tahunan yang unik ini. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi