TOPIK
Minyak Goreng Murah
-
Ketua DPRD Mamuju Tengah, Arsal Aras, angkat bicara terkait masalah terserbut, dia mengaku prihatian dengan kondisi ini.
-
Dia mengatakan, seluruh pedagang di kompleks pasar baru telah di data oleh distributor minyak goreng.
-
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (2/2/2022), beberap pedagang sudah tidak menjual minyak goreng.
-
Salah seorang karyawan Indomaret, Rosalina Konde, mengaku stok minyak goreng habis sejak beberapa hari lalu.
-
Bahkan Rafli mengaku sudah sejak lima hari dia dan kios diseblahnya tidak lagi menjual minyak goreng.
-
Dari seratus dos minyak goreng di gudang, 20 dos diantaranya sudah laku terjual dengan harga Rp 20 ribu per liter.
-
Imbas dari panic buying, minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter menjadi langka di sejumlah ritel. Emak-emak menjerit.
-
Menurutnya, suplay minyak goreng murah akan masuk beberapa hari ke depan karena sudah mulai lancar stok minyak goreng.
-
"Karena tidak mungkin juga kita jual murah sekarang, karena masih mahal juga diambilkan di distributor," pungkasnya.
-
"Tidak ditau juga ini kapan masuk minyak goreng, sudah dua hari ini tidak adapi masuk stok," sebutnya.
-
"Sudah saya jual Rp 14 ribu, kemarin ada 8 dos, dua hari habismi," ujar Baharil saat ditemui Repoter Tribun-Sulbar.com, Kamis (27/1/2022).
-
"Saya belum dapat yang subsidi Rp 14 ribu, bisa ji kalo pergi ma antre tapi tidak mungkin ditinggal jualan," keluhnya.
-
"Bila perlu ditindak tegas dengan dicabut isin usahanya kalo memang melakukan hal yang diluar aturan pemerintah," pungkas Bursi.
-
Namun karena stok yang terbatas dengan peminat yang banyak, menjadi alasan Salmia tidak mendapat bagian.
-
Terkait selisih harga, Bahari membeli minyak yang bersubsidi dengan harga sekitar Rp 13.000 per liternya.
-
"Sudah saya jual Rp 14 ribu, kemarin ada 8 dos, dua hari habismi," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (20/1/2022).
-
"Katanya distributor, distribusi minyak goreng terhambat karena cuaca buruk yang melanda hampir diseluruh wilayah Indonesia," ungkap Muliati.
-
Minyak goreng satu harga yang dibanderol Rp 14.000 per liter belum tersedia di pasar tradisional. Pemerintah sebut urusan dengan pedagang rumit.
-
Dikatakan, sejumlah pedagang di pasar sudah mengorder stok minyak goreng murah didistributor.
-
Ia menambahkan, pedagang di pasar hanya menuggu dari distributor untuk meretur kembali minyak goreng.
-
"Harga masih tetap sama tidak alami perubahan, kita juga tidak mau jual murah karena masih modal mahal," ungkap Ani kepada Tribun-Sulbar.com.
-
Meski begitu, Busri tengah mengupayakan harga minyak goreng murah akan tetap berlaku di Pasar Sentral Majene.
-
"Pelaku usaha yang masih mahal mereka belikan akan ditarik oleh kampas-kampas dan diganti dengan harga minyak yang sesuai anjuran pemerintah,"jelasnya
-
"Akan terbantu kalau masuk subsidi minyak goreng murah di pasar," ungkapnya kepada Tribun-Sulbar.com.
-
"Saya kurang tau juga ini, tapi kemarin sudah ada distributor yang mulai retur barang (pengembalian) untuk normalkan harga," pungkasnya.
-
Sidak ini menindaklanjuti penetapan harga minyak goreng kemasan Rp14 ribu per liter
-
KPPU menyebutkan jika ada empat produsen besar sebesar 46,5 persen kuasai minyak goreng di Indonesia.
-
"Karna minyak goreng stok lama kami ambilkan dengan harga yang mahal," terang ketua forum Pasar Baru Mamuju, Gazali kepada Tribun-Sulbar.com.
-
"Saya terpaksa jual minyak goreng Rp 20 ribu per liter, padahal modalnya itu Rp 21 ribu kita belikan, jadi tidak ada untungnya juga," ungkapnya.
-
Pedagang di Mamuju, Haji Nurlina, mengatakan harga minyak goreng belum menyusaikan harga subsidi pemerintah.