TOPIK
Longsor Mamasa
-
Tanah di lokasi tersebut terus terkikis dan retak, membuat rumah warga di sekitar akan jatuh roboh atau jatuh
-
Namun kondisinya semakin parah lantaran terus terkikis air hingga terlihat mirip sungai saat musim penghujan.
-
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mamasa menemukan material longsoran yang menyebabkan pekarangan warga terbawa arus longsor
-
Kepala Pelaksana BPBD Mamasa, Gusti Hermiawan, menyatakan meskipun alat berat telah dikerahkan
-
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan jalur vital tersebut tetap aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lancar.
-
Hingga laporan ini diterima, proses pembersihan material longsor masih berlangsung di lapangan menggunakan alat berat
-
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur utama penghubung Mamasa–Mamuju lumpuh dan tidak bisa dilalui dua arah.
-
Ia juga menghimbau, agar masyarakat yang hendak bepergian untuk terus berhati-hati.
-
Longsor diakibatkan curah hujan cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga petang.
-
Peristiwa ini dibenarkan Kasat Lantas Polres Mamasa, Iptu Jamaluddin saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, sekira pukul 20:00 WITA.
-
ketua Majelis Yulianus, pihaknya bersama warga jemaat lainnya sementara memikirkan solusi terkait gereja tersebut.
-
Penyebabnya diduga karena likuifaksi, atau tanah bergerak yang tak jauh dari lokasi kejadian hingga mengakibatkan longsor terjadi.
-
Material tanah yang cukup tebal menutup badan jalan, sehingga kendaraan roda empat dan roda dua tidak dapat melintas.
-
Pihak kepolisian bersama aparat desa telah mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke area longsor demi menjaga keselamatan.
-
Bongga mengaku, dirinya tengah berada di rumah anaknya yang bertetangga dengan rumahnya.
-
Menurut Bonggasilomba, kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
-
Kepala BPBD Mamasa Gusti Hermiawan mengatakan, saat kejadian tim TRC langsung menuju lokasi memberikan bantuan kepada korban bencana longsor
-
Adapun tim yang diutus BPBD Provinsi adalah tim asesmen untuk membantu Pemkab Mamasa dalam melakukan pendataan di lokasi bencana.
-
Selain fasilitas umum, sekitar 10 hektare sawah milik warga juga dilaporkan terdampak bencana.
-
Sawah-sawah terdampak diketahui dalam kondisi siap panen, sehingga kerusakan ini berdampak langsung pada hasil pertanian warga.
-
Kepala BPBD Mamasa Gusti Hermiawan mengatakan, saat ini ada 7 KK yang harus mencari tempat aman ke rumah kerabatnya.
-
Kepala BPBD Mamasa Gusti mengutarakan, di hari keempat jalan belum dapat terbuka lantaran tumpukan material longsor.
-
Longsor terjadi diakibatkam tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa pekan terakhir
-
Peristiwa ini terjadi tepat jalan poros penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Mehalaan dan Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa.
-
Longsor akibat tingginya curah hujan mengguyur Mamasa sejak tadi malam hingga subuh dini hari tadi.
-
Dibantu oleh masyarakat, proses pembersihan material longsor memakan waktu sekitar dua jam
-
tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta.
-
Dari jumlah kecamatan se-kabupaten Mamasa terdampak longsor itu terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
-
Diperkirakan sejauh 300 meter kendaraan roda dua dan empat antri di lokasi kejadian menunggu akses jalan dapat dilalui kembali.
-
Mobil tersebut berhasil dievakuasi setalah alat berat dari dinas PUPR Mamasa dan balai jalan dikerahkan ke lokasi kejadian.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved