TOPIK
Buaya Mamuju Tengah
-
Mereka menilai penanganan selama ini cenderung reaktif, hanya fokus pada buaya sebagai ancaman, tanpa menyentuh akar masalah
-
Reptil itu terlihat hanya sekitar 20 meter dari lampu lalu lintas utama Kota Topoyo, memicu kepanikan warga.
-
Mamuju Tengah dulunya merupakan rumah bagi berbagai satwa liar termasuk penyu, ular, dan buaya.
-
Menurut Rusli, kemunculan buaya di lokasi itu tak lazim sehingga menimbulkan kepanikan warga.
-
Reptil diperkirakan berukuran sekitar 3 meter tersebut menarik perhatian warga setempat maupun melintas.
-
Tim berhasil menangkap induk buaya dan mengamankan seluruh telurnya untuk dipindahkan ke lokasi penangkaran.
-
Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian langsung Bupati Arsal setelah menangani persoalan pakan
-
Buaya berhasil dijinakkan dan dievakuasi ke daratan untuk kemudian diamankan kembali ke dalam penangkaran.
-
Klaim tersebut disampaikan sekelompok pemerhati satwa lokal bersama pengelola penangkaran.
-
Pengelola Penangkaran, Rusli Paraili, menyatakan bahwa, pertemuan dengan bupati telah menghasilkan jalan keluar.
-
Ia menyebut pelepasan buaya dapat mengganggu aktivitas dan mengancam keselamatan masyarakat di sekitar sungai dan pantai.
-
Ia berharap, pelepasan tidak dilakukan di area padat penduduk, tetapi jauh dari pemukiman warga.
-
Buaya berhasil diamankan tanpa insiden dan selanjutnya dievakuasi menuju penangkaran buaya di Babana untuk ditangani lebih lanjut
-
Kepala Desa Salupangkang IV, Muhammad Arif mengatakan, buaya ditangkap menggunakan jerat manual
-
Samin (54), pemilik rumah dekat rawa, menjelaskan buaya itu ditangkap menggunakan jerat manual berupa tali tambang dengan umpan ayam potong
-
Menurutnya, buaya ini ditangkap menggunakan jerat manual menggunakan tali tambang dan umpan ayam potong.
-
setelah mengetahui bahaya keberadaan buaya dibelakang rumahnya, warga Waeputeh Topoyo langsung melaporkan ke pihak terkait.
-
Menurutnya, buaya tersebut kerap muncul bak meneror dirinya bersama keluarga serta warga sekitar.
-
Kedatangannya tersebut ingin melihat langsung dan ikut menangkap buaya yang meresahkan warga di Desa Waeputeh, Kecamatan Topoyo, Mateng.
-
Padahal mesin air tersebut digunakan memompa air masuk ke dalam kolam penangkaran, tempat puluhan buaya berada.
-
Padahal mesin air tersebut digunakan memompa air masuk ke dalam kolam penangkaran, tempat puluhan buaya berada.
-
Pagar tersebut dibangun demi keamanan siswa, karena buaya sering muncul di samping sekolah tersebut.
-
Menurutnya, hasil kesepakatan kolaborasi Komite dan Orang Tua Siswa menjawab keresahan pihak sekolah selama ini.
-
Buaya tersebut ditemukan saat pemerintah desa setempat melakukan normalisasi parit pemukiman di belakang kantor desa.
-
buaya tersebut muncul akibat musim hujan sehingga air sungai naik mengakibatkan buaya-buaya sungai berkeliaran.
-
Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan penangkapan untuk selanjutnya dievakuasi ke tempat lebih aman.
-
Salah seorang warga, Hendrik mengatakan kemunculan buaya terlihat pertama kali oleh pemuda yang sedang nongkrong di sekitaran wisma.
-
Kemunculan buaya kepermukaan sungai sontak menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas.
-
Menghindari adanya korban, warga melakukan penangkapan, dua ekor buaya berukuran besar kini ditangkap.
-
Sementara itu, Kepala Desa Babana, Arifuddin Adhyn Achmad saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait.