Rabu, 27 Mei 2026

Aurelie Moeremans

PROFIL Aurelie Moeremans, Jadi Sorotan Usai Tulis Masa Lalunya Lewat Buku Broken Strings

Aurelie merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan memiliki seorang adik bernama Jeremie Moeremans.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto PROFIL Aurelie Moeremans, Jadi Sorotan Usai Tulis Masa Lalunya Lewat Buku Broken Strings
Istemewa/tangkapan layar
Broken Strings - Aurelie Moeremans menjadi sorotan usai merilis buku memoar Broken Strings yang mengungkap pengalaman masa lalunya. 
Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans menjadi sorotan usai merilis buku memoar Broken Strings yang mengungkap pengalaman masa lalunya.
  • Buku tersebut menceritakan kisah dugaan child grooming dan dampaknya terhadap kesehatan mental Aurelie.
  • Memoar ini memicu diskusi publik soal perlindungan anak, relasi kuasa, dan batas hukum penulisan kisah pribadi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM – Siapa Aurelie Moeremans, sosok aktris yang kini menjadi sorotan publik?

Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan dan mendapat banyak dukungan serta simpati setelah menuliskan kisah masa lalunya dalam sebuah buku.

Perempuan blasteran Indonesia–Belgia itu mengungkap perjalanan hidupnya lewat buku berjudul Broken Strings yang dirilis secara digital.

Aurelie dinilai sebagai sosok perempuan yang kuat karena berani membuka pengalaman kelam di masa lalunya, meski saat ini ia telah menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia bersama sang suami.

Baca juga: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Polman Sepanjang 2025 Capai 22 Kasus

Aurelie menikah dengan Tyler Bigenho pada akhir 2024.

Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman hidupnya sebagai korban child grooming, sebuah pengalaman traumatis yang berdampak panjang dalam hidupnya.

Perjalanan Hidup dan Latar Belakang Aurelie Moeremans

Aurelie Alida Marie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993. Ia merupakan pemeran dan penyanyi Indonesia kelahiran Brussel, Belgia, dengan darah Jawa dari sang ibu dan Belgia dari ayahnya.

Ia lahir dari pasangan Jean-Marc Moeremans dan Sri Sunarti. Sang ibu berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

Aurelie merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan memiliki seorang adik bernama Jeremie Moeremans.

Pada 2024, Aurelie resmi menikah dengan Tyler Bigenho di Amerika Serikat.

Karier Aurelie di dunia hiburan bermula ketika ia mengikuti sebuah kompetisi model di Bandung. Namanya kemudian dikenal setelah berhasil lolos hingga babak final.

Pada Januari 2026, Aurelie menulis memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.

Buku tersebut diterbitkan secara independen dan dapat diakses secara gratis melalui Google Drive.

Dalam buku itu, Aurelie mengisahkan pengalaman masa remajanya, termasuk dugaan kekerasan seksual dan emosional yang dialaminya dari seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby.

Pengalaman tersebut, menurut Aurelie, memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mentalnya.

Selain Bobby, Aurelie juga menggunakan nama samaran untuk menggambarkan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam kisah hidupnya.

Ibunda Aurelie, Sri Sunarti, mengaku sempat merasakan perubahan sikap pada putrinya.

Ia menduga perubahan tersebut dipengaruhi oleh hubungan Aurelie dengan seorang pria dewasa bernama Roby sejak usia 15 tahun, yang menurutnya bertentangan dengan norma perlindungan anak.

Diketahui, pada Desember 2010, Jean-Marc Moeremans, ayah Aurelie, pernah melaporkan kekhawatirannya terhadap kekasih putrinya, Roby Tremonti, ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Jean berharap lembaga yang saat itu dipimpin Seto Mulyadi dapat melakukan intervensi.

Namun, menurut pengakuannya melalui penerjemah, proses pengaduan berjalan lambat dan sempat diminta biaya administrasi tanpa kejelasan tindak lanjut.

Pertemuan lanjutan dengan pihak Komnas PA justru membuat keluarga merasa tidak nyaman karena pihak lembaga menilai sikap orang tua Aurelie terlalu agresif.

Penerbitan memoar Broken Strings memicu diskusi luas di ruang publik, mulai dari isu perlindungan anak, relasi kuasa dalam industri kreatif, hingga kesehatan mental para penyintas kekerasan.

Selain itu, buku ini juga memunculkan perdebatan hukum terkait batas antara kebebasan menulis memoar dan potensi pencemaran nama baik. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved