Berita Sulbar
Pemprov Sulbar Instruksikan 2 OPD Dampingi 50 Dapur MBG Terkendala IPAL dan Kebersihan
Dari jumlah itu, 114 dapur sudah aktif beroperasi, sementara 50 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/an-Pelayanan-Pemenuhan-Gizi-SPPG-di-wilayah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi efek besar terhadap perputaran ekonomi di Sulawesi Barat.
Tim satgas membahas kondisi dapur MBG, kesiapan pangan, hingga dampak ekonomi yang mulai terasa di Sulbar.
Sekretaris daerah, Junda Maulana mengatakan, saat ini terdapat 164 dapur MBG di Sulbar.
Baca juga: Masih Andalkan Kebutuhan Pokok dari Luar Impor Pangan Sulbar Naik dari 2,2 Persen Jadi 9,23 Persen
Baca juga: PILU! Ibu Hamil di Tutar Polman Ditandu 9 Kilometer Ketuban Pecah di Jalan Bayi Meninggal
Dari jumlah itu, 114 dapur sudah aktif beroperasi, sementara 50 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan kelayakan.
“Ada 164 kondisi eksisting yang MBG ini. Dapur itu 164 saat ini aktif 114, kemudian 50 ini suspend yang sementara dalam proses antara lain itu berkaitan dengan IPAL,” kata Junda Maulana dalam pertemuan konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut sejumlah dapur yang belum beroperasi masih terkendala dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk standar kebersihan dan kelayakan gizi.
Meski begitu, dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah turun melakukan pendampingan.
Dinas Lingkungan Hidup membantu pelayanan IPAL, sementara Dinas Kesehatan melalui Labkesda melakukan pemeriksaan kelayakan gizi dan kebersihan.
“Yang menarik tadi dari Dinas Lingkungan Hidup sudah memberikan pelayanan IPAL dan Dinas Kesehatan melalui Lapkesda juga telah melakukan penelitian dan keluar rekomendasi berkaitan dengan kelayakan gizi, kebersihan dan sebagainya,” ujarnya.
Andalkan Pasokan Luar Sulbar
Sekretaris daerah (Sekda) Sulawesi barat, Junda Maulana mengatakan, ekonomi Sulbar pada triwulan I 2025 tumbuh 5,33 persen.
Angka itu ikut ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak hingga 33,85 persen.
“Kemudian yang paling menarik tadi dalam diskusi kita ini bahwa setelah saya melihat data dari Biro ekonomi, ternyata MBG ini di Sulawesi Barat ini memberikan dampak yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” katanya pada pertemuan konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa (19/5/2026).
Dari angka pertumbuhan itu, sekitar 34 persen pertumbuhan sektor makan minum tersebut dipicu oleh beroperasinya SPPG atau dapur MBG.
Namun, lonjakan ekonomi itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal.
Sebab, nilai impor bahan pangan justru ikut naik dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.
| Masih Andalkan Kebutuhan Pokok dari Luar Impor Pangan Sulbar Naik dari 2,2 Persen Jadi 9,23 Persen |
|
|---|
| Kantor PJR Polda Sulbar Dibangun di Lengke Mamuju Junda Minta Polisi Awasi Kendaraan Bertonase Besar |
|
|---|
| Rute Mamuju - Bone Akan Dibuka Sulbar dan Sulsel Siapkan Subsidi Fly Jaya Air |
|
|---|
| Pemprov Sulbar Perpanjang WFA PPPK dan Paruh Waktu hingga 16 Juli Alasan Efisiensi BBM |
|
|---|
| Antrean Truk Sawit di Sulbar Mengular Disebabkan Panen Membludak Kapasitas Pabrik Tak Cukup |
|
|---|