Imigrasi Polman
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Tinggalkan Budaya Lama, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Hendarsam menegaskan, kondisi saat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/IMIGRASI.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko meminta seluruh jajaran Ditjen Imigrasi di Indonesia dan perwakilan luar negeri kembali fokus pada tugas utama serta meningkatkan integritas pelayanan publik.
- Ia menegaskan perlunya menghapus budaya kerja lama yang tidak sesuai perkembangan zaman, serta tidak ada toleransi bagi pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang.
- Ditjen Imigrasi diminta memperkuat pelayanan yang cepat, transparan, dan dekat dengan masyarakat melalui konsep
TRIBUN-SULBAR.COM- Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, meminta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi di Indonesia hingga perwakilan RI di luar negeri untuk kembali fokus pada tugas dan fungsi utama serta meningkatkan integritas pelayanan publik.
Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengarahan secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (09/06/2026), yang diikuti petugas imigrasi dari seluruh wilayah.
“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH). Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujarnya.
Baca juga: Luka Parah di Dada dan Patah Tulang, Pengendara RX King Tewas Kecelakaan di Bambaira Pasangkayu
Baca juga: Pohon di Depan Rumah Adat Mamuju Dipangkas, Jl KS Tubun Ditutup Sementara
Hendarsam menegaskan, kondisi saat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh di tubuh organisasi, termasuk menghapus praktik serta budaya kerja lama yang dinilai tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, tidak ada ruang bagi praktik pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang dalam pelayanan publik.
“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat juga berubah. Tidak ada hak istimewa bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Imigrasi yang harus diimbangi dengan integritas, respons cepat, dan keterbukaan terhadap kritik masyarakat.
Hendarsam menyebut, konsep “Imigrasi untuk Rakyat” harus diwujudkan dengan pelayanan yang lebih dekat, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
| Imigrasi Polman Edukasi M-Paspor dan Pentingnya Prosedural Kerja di Luar Negeri di Mamasa |
|
|---|
| Imigrasi Polman Catat 10 Pernikahan Campuran WNA Belgia hingga Cina dengan Gadis Lokal |
|
|---|
| Imigrasi Polman Lantik Muhammad Ilham Gumelar sebagai Analis Keimigrasian Ahli Pertama |
|
|---|
| Imigrasi Polewali Mandar Tertibkan Administrasi Kawin Campuran |
|
|---|
| Jempol MaMa di Majene Imigrasi Polman Layani 7 Pengurusan Paspor Baru & 6 Paspor Habis Masa Berlaku |
|
|---|