Selasa, 5 Mei 2026

Demo Polman

Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Polman Minta Usut Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Selain itu massa aksi juga menyuarakan terkait maraknya aksi pelecehan seksual terjadi di lingkungan sekolah.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Polman Minta Usut  Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan
Fahrun Ramli/Fahrun Ramli
MAHASISWA DEMO- Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Semarak Polman menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Polman di Jl Andi Depu, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Selasa (5/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi mahasiswa Semarak Polman menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Polman saat peringatan Hardiknas 2026, dengan menutup jalan Trans Sulawesi dan membakar ban
  • Jenderal Lapangan, Mubarak menyoroti berbagai persoalan pendidikan, mulai dari angka putus sekolah, kesejahteraan guru honorer, hingga maraknya pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
  • Massa kecewa karena tak ada anggota DPRD yang menemui mereka. Demonstran berencana menduduki gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Semarak Polman menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Polman di Jl Andi Depu, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Selasa (5/5/2026).

Aksi demo ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Massa aksi nampak menutup akses jalan Trans Sulawesi, dengan cara membakar ban bekas dan bentangkan spanduk.

Baca juga: Lowongan Kerja Gramedia 2026: 18 Posisi Strategis Dibuka untuk Fresh Graduate dan Profesional

Baca juga: Kondisi Imam Masjid di Palopo Usai Dikeroyok 4 Orang, Dada Masih Sakit, Penglihatan Kabur

Arus lalu lintas di lokasi sempat terhambat, petugas kepolisian nampak mengatur kendaraan melintas.

Demonstran menyuarakan isu-isu pendidikan, khususnya yang terjadi di Polman.

Seperti angka putus sekolah, kesejahteraan guru honorer, akses pendidikan hingga fasilitas pendidikan disorot.

Selain itu massa aksi juga menyuarakan terkait maraknya aksi pelecehan seksual terjadi di lingkungan sekolah.

Jenderal Lapangan aksi, Mubarak, menyebut kondisi pendidikan di daerah membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

"Peristiwa paling miris terjadi dan mencoreng pendidikan kita hari ini, adalah pelecehan seksual," teriak Mubarak dalam orasinya.

Dia menyampaikan baru-baru ini tersiar kabar berita oknum guru melecehkan sejumlah muridnya.

Mubarak meminta perwakilan rakyat turut andi ambil bagian dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Selain itu, tingginya angka putus sekolah juga menjadi sorotan, indikator utama yang harus diselesaikan.

Terlebih lagi, ruang pendidikan bagi para siswa-siswi saat ini belum terjamin keamanannya.

“Kami meminta wakil rakyat peka terhadap sejumlah permasalahan pendidikan yang terjadi di wilayah Polman,” tegasnya.

Massa aksi ini terus orasi tanpa ada satu pun anggota DPRD Polman datang menemui.

Mereka pun rencananya akan menduduki gedung DPRD Polman untuk menyampaikan aspirasinya.(*) 

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved