Jumat, 8 Mei 2026

Berita Polman

Wanita Sakit di Tutar Polman Ditandu Sejauh 9 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak

Pasien ditandu menggunakan kain sarung dan bambu melewati jalan tanah yang licin.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Wanita Sakit di Tutar Polman Ditandu Sejauh 9 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
TANDU - Wanita sakit bernama Sitti Halija (60) terekam kamera saat ditandu sejauh sembilan kilometer (km) menuju Puskesmas gegara akses jalan sulit dilalui kendaraan di Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (13/4/2026). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Wanita sakit bernama Sitti Halija (60) terekam kamera saat ditandu sejauh sembilan kilometer (km) menuju Puskesmas karena akses jalan sulit dilalui kendaraan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Dalam potongan video pendek yang dilihat pada Senin (14/4/2026), tampak sejumlah pria dewasa bergotong royong menandu pasien.

Pasien ditandu menggunakan kain sarung dan bambu melewati jalan tanah yang licin.

Baca juga: Bocah di Wonomulyo Polman Divaksin Berkala Usai Diserang Anjing Rabies

Baca juga: Ibu Pendarahan di Desa Indo Banua Mamasa Ditandu Sejauh 8 KM ke Puskesmas, Akses Jalan Rusak Parah

Warga juga terlihat kesulitan saat menandu pasien melewati bebatuan besar di tengah sungai.

Selain melintasi kawasan hutan, warga juga harus berjuang menyeberangi empat sungai berbatu.

Pasien ditandu dari kampung halamannya di Desa Ratte menuju Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar.

Perjuangan warga menandu pasien berlangsung selama kurang lebih empat jam.

"Sakit orang tua, sudah tidak bisa jalan kaki dan naik motor. 9 kilo perjalanan ditandu," ujar salah satu warga, Aco Yaqub, kepada wartawan.

Disebutkan pasien terpaksa ditandu melewati jalur alternatif untuk memotong jarak.

Karena akses jalan umum lebih jauh dan sulit dilalui kendaraan roda empat, apalagi setelah diguyur hujan.

Akses Jalan Jadi Kendala Utama Warga

Aco Yaqub menyebut jalan yang dipilih saat menandu pasien melewati kawasan hutan.

Meski melalui jalan setapak, warga merasa lebih mudah dan aman karena jaraknya lebih dekat dibandingkan jalan umum.

"Kondisi jalannya masih setapak karena melewati kawasan hutan, warga lebih mudah melalui jalur ini meski berjalan kaki karena dekat dan lebih aman," tutur Yaqub.

Dia mengatakan, keberadaan jalan alternatif itu sangat vital bagi warga setempat, termasuk anak sekolah.

Warga juga lebih memilih menggunakan jalur tersebut ketika hendak membawa bahan pokok ke kampung halaman.

Yaqub berharap pemerintah memberikan perhatian agar akses jalan menuju desa dapat segera diperbaiki.

Termasuk membenahi akses jalan alternatif yang selama ini dilalui warga, khususnya saat menandu pasien.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved