Senin, 25 Mei 2026

Berita Polman

Perkelahian Pemuda di Binuang Polman Polisi Turun Tangan

Insiden yang melibatkan pemuda dari Dusun Tanete dan Dusun Amola itu sempat memicu ketegangan warga dan mengganggu situasi kamtibmas

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Perkelahian Pemuda di Binuang Polman Polisi Turun Tangan
Tribun-Sulbar.com/Polres Polman
PERKELAHIAN - Keributan antar kelompok pemuda pecah di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (19/3/2026) malam. Insiden yang melibatkan pemuda dari Dusun Tanete dan Dusun Amola itu sempat memicu ketegangan warga dan mengganggu situasi kamtibmas 

Ringkasan Berita:Kronologi Konflik
1. Klarifikasi Berujung Bentrok: Sejumlah pemuda dari Tanete mendatangi Dusun Amola untuk meminta penjelasan, namun situasi memanas hingga terjadi perkelahian kelompok.
2. Akar Masalah: Kedua kelompok diketahui memiliki riwayat perselisihan lama yang dipicu kembali oleh aksi provokasi dan penghadangan.
3. Respon Polisi: Gabungan personel Polres Polman dan Polsek Binuang segera bergerak ke lokasi untuk meredam situasi secara persuasif.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Keributan antar kelompok pemuda pecah di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (19/3/2026) malam. 

Insiden yang melibatkan pemuda dari Dusun Tanete dan Dusun Amola itu sempat memicu ketegangan warga dan mengganggu situasi kamtibmas.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 19.35 WITA setelah adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi keributan tersebut.

Baca juga: Lepas Mudik 1.431 Pekerja Menaker Minta Perusahaan Wajib Memanusiakan Pekerja

Baca juga: Amnesty Nilai Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Termasuk Pelanggaran HAM Berat

Merespons cepat laporan itu, gabungan personel Polres Polewali Mandar bersama Polsek Binuang langsung bergerak ke lokasi. 

Penanganan dipimpin Kasat Reskrim AKP Budi Adi, didampingi Kasat Intelkam IPTU Haspar serta Kapolsek Binuang IPTU Rahman.

Dari hasil penyelidikan awal, keributan dipicu dugaan penganiayaan terhadap dua pemuda asal Dusun Tanete saat melintas di wilayah Dusun Amola.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, sejumlah pemuda dari Tanete mendatangi Dusun Amola untuk meminta klarifikasi. 

Namun, situasi yang awalnya dimaksudkan untuk mencari penyelesaian justru berubah menjadi cekcok panas hingga berujung perkelahian kelompok.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua kelompok sebelumnya memang memiliki riwayat perselisihan yang sempat dimediasi oleh pemerintah desa. 

Namun, dugaan provokasi dan aksi penghadangan kembali memantik konflik lama hingga meledak.

Cegah Bentrokan

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi bergerak cepat mengambil langkah persuasif untuk meredam situasi. 

Upaya ini berhasil mencegah bentrokan meluas dan mengembalikan kondisi tetap terkendali.

Sekitar pukul 22.00 WITA, kedua belah pihak kemudian dipertemukan di Kantor Desa Amola untuk menjalani proses mediasi. 

Pertemuan tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan para kepala dusun.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved