Ramadan 2026
Diskoperindag Pasangkayu Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Masih Normal
Menurut Endhy, kondisi ini berbeda dibandingkan tahun lalu, di mana harga bahan pokok menjelang Lebaran mengalami lonjakan cukup tinggi.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Koperindag-Pasangkayu-Jl-Abdul-Muiz.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasangkayu mencatat adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.
Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak terlalu signifikan.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, Endhy, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah, cabai rawit, hingga telur.
“Memang ada kenaikan harga, tapi tidak terlalu signifikan. Masih bisa dibilang standar dibandingkan kondisi tahun-tahun sebelumnya,” ujar Endhy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular Hingga 2 Km di SPBU Lantora Polman Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Baca juga: Pekan Kedua Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Masih Stabil
Telur Alami Kenaikan Tertinggi
Dari sejumlah komoditas tersebut, telur menjadi bahan pokok yang mengalami kenaikan paling tinggi. Harga telur tercatat naik dari Rp55 ribu per rak menjadi Rp65 ribu per rak.
Menurut Endhy, kondisi ini berbeda dibandingkan tahun lalu, di mana harga bahan pokok menjelang Lebaran mengalami lonjakan cukup tinggi.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, kenaikan sekarang masih relatif normal. Dulu itu lonjakannya cukup tinggi saat mendekati lebaran,” jelasnya.
Endhy menyebutkan, kenaikan harga tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama terkait ketersediaan pasokan barang di pasaran.
Ia juga tidak menutup kemungkinan harga bahan pokok masih akan mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan, tergantung kondisi distribusi dan ketersediaan barang.
“Bisa saja harga naik lagi menjelang lebaran, tergantung ketersediaan bahan di pasaran,” katanya.
Lebih lanjut, Endhy menjelaskan bahwa Kabupaten Pasangkayu merupakan daerah konsumsi, bukan daerah penghasil bahan pokok.
Sebagian besar pasokan kebutuhan pokok di pasar Pasangkayu didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi harga di tingkat pasar, termasuk komoditas telur yang saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Pengusaha telur di Pasangkayu belum mampu memenuhi permintaan pasar, sehingga pasokan masih bergantung dari luar daerah. Itu yang membuat harga telur naik,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan
| Gubernur Suhardi Duka: Media Pilar Demokrasi dan Mitra Pemerintah, Jangan Ada Kesenjangan |
|
|---|
| Berbagi Kebaikan Bulan Ramadan 1447 H, Bank Mandiri Buka Puasa dan Santuni Warga Rentan di Makassar |
|
|---|
| Fadilah Salat Tarawih Malam ke-25 Ramadan: Dijauhkan dari Azab Kubur, Ini Niat dan Doa Kamilin |
|
|---|
| Tips Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB |
|
|---|
| Harga Ayam dan Telur di Polman Meroket Jelang Hari Lebaran |
|
|---|