Pasangakayu
Menjerit Jelang Lebaran, Guru PPPK di Pasangkayu Merana, Gaji 3 Bulan Macet THR pun Nihil
Ia mengatakan, terhitung sejak Januari hingga Maret 2026, dirinya bersama beberapa guru lainnya belum menerima pembayaran gaji.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/fwefwefwe.jpg)
“Harusnya dipikirkan dulu sebelum dilantik. Kalau memang daerah tidak mampu memberi upah, jangan dulu dilantik,” katanya.
Ia bahkan menyebut kondisi saat ini terasa lebih sulit dibanding saat masih berstatus tenaga honorer.
Menurutnya, saat masih menjadi guru honorer, pembayaran upah lebih jelas karena langsung bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Lebih baik dulu honor, karena penggajiannya jelas dari dana BOS. Sekarang gaji dari daerah justru tidak jelas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kejelasan terkait pembayaran gaji para guru PPPK paruh waktu tersebut.
“Harapannya semoga ada kejelasan dan gaji kami bisa segera dibayarkan, apalagi sekarang kebutuhan sudah sangat mendesak,” tutupnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Petani di Pasangkayu Tunda Panen Sawit, Harga TBS Anjlok dan Timbangan Banyak Tutup |
|
|---|
| Pemkab Pasangkayu Sediakan Rumah Tunggu Kelahiran Gratis untuk Ibu Hamil |
|
|---|
| Pemkab Pasangkayu Matangkan Program Sekolah Rakyat, Upaya Buka Akses Pendidikan dan Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Yaumil Minta Kades di Pasangkayu Pertanggungjawabkan Dana Desa Transparan dan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Tarian Siri Persimpangan Zaman Pukau Peserta Hardiknas 2026 di Pasangkayu |
|
|---|