Berita Pasangkayu
Minyakita Mulai Langka di Pasar Smart Pasangkayu, Pedagang Ngeluh
Beberapa pedagang bahkan mengaku mulai enggan menjual Minyakita karena keuntungan yang diperoleh dinilai sangat kecil.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Minyak-goreng-bersubsidi-Minyakita-dijual-di-salah-satu-lapak-pedagang-di-Pasar-Smart-Pasangkayi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai sulit ditemukan di Pasar Smart Pasangkayu, sebagian pedagang memilih tidak menjual karena keuntungan tipis.
- HET Minyakita Rp 15.700/liter, dijual pedagang antara Rp 16–17 ribu, tapi biaya operasional mengurangi margin keuntungan.
- Pasokan tidak stabil dari distributor membuat Minyakita cepat habis dan terbatas di lapak, warga berharap pemerintah menjamin ketersediaannya, terutama selama Ramadan.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai sulit ditemukan di Pasar Smart Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Jumat (6/3/2026), hanya ada beberapa lapak pedagang yang masih menjual Minyakita.
Sebagian besar lapak justru tidak lagi menyediakan minyak goreng bersubsidi tersebut.
Beberapa pedagang bahkan mengaku mulai enggan menjual Minyakita karena keuntungan yang diperoleh dinilai sangat kecil.
Baca juga: 401 KK Warga Binanga Mamuju Terima Bantuan Pangan, 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyakita
Salah satu pedagang di Pasar Smart Pasangkayu, Edi, mengatakan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita sebenarnya ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter.
Namun dalam praktiknya, pedagang biasanya menjual sedikit lebih tinggi untuk menutupi biaya operasional.
“HET Minyakita Rp 15.700 per liter, tapi kami biasa jual hanya sekitar Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu saja,” kata Edi saat ditemui di lapaknya.
Meski demikian, ia mengaku keuntungan yang didapat dari penjualan Minyakita tetap sangat tipis.
Hal itu disebabkan pedagang masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengangkutan dan distribusi barang dari distributor ke pasar.
“Untungnya tidak seberapa, karena kami juga harus keluar modal untuk ongkos angkut dan biaya lainnya,” ujarnya.
Menurut Edi, kondisi tersebut membuat banyak pedagang memilih tidak lagi menjual Minyakita dan beralih menjual merek minyak goreng lain yang dianggap memberikan margin keuntungan lebih besar.
Padahal, di sisi lain Minyakita masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan lainnya.
“Pembeli sebenarnya banyak yang cari Minyakita karena lebih murah, apalagi sekarang masih suasana Ramadan. Tapi pedagang juga harus hitung-hitungan supaya tidak rugi,” jelasnya.
Pasokan Tidak Stabil Jadi Penyebab
Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya yang mengaku pasokan Minyakita ke pasar tidak selalu stabil. Kadang mereka hanya mendapat stok dalam jumlah terbatas dari distributor.
| Diduga Kelola Kebun di Luar HGU, Praktisi Hukum Soroti Aktivitas Perusahaan Sawit di Pasangkayu |
|
|---|
| Wanita di Pasangkayu Diciduk Polisi Hendak Edarkan Sabu Senilai Rp4 Juta yang Dibeli dari Palu |
|
|---|
| Dinsos Pasangkayu Dampingi Marigun Tetap Sekolah di SMK, Sempat Diusulkan Pindah ke SLB |
|
|---|
| Mobil Nyaris Terbalik ke Parit di Jalan Ir Soekarno Pasangkayu, Evakuasi Damkar Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Ular Masuk ke AC Diler Suzuki Pasangkayu, Damkar Bongkar Unit Pendingin untuk Evakuasi |
|
|---|