Pasangkayu
SMPN 5 Dapurang Disegel, HMI Cabang Pasangkayu Geruduk Kantor Dinas Pendidikan
Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Polres Pasangkayu yang bertindak sebagai penengah.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/fergrtgr.jpg)
Ringkasan Berita:
- HMI Cabang Pasangkayu mendatangi Dinas Pendidikan Pasangkayu untuk mendesak penyelesaian penyegelan SMPN 5 Dapurang yang berlangsung sejak Agustus 2025 akibat sengketa pembayaran lahan.
- Ketua HMI Pasangkayu, Farman, meminta sekolah sudah bisa kembali digunakan paling lambat Jumat, serta menegaskan akan menggelar aksi lanjutan jika persoalan tak kunjung selesai.
- Akibat penyegelan, 94 siswa terpaksa menumpang belajar di gedung SMK yang lebih jauh, sehingga dinilai mengganggu proses belajar
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasangkayu mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasangkayu, Senin (23/2/2026), untuk membahas penyegelan SMPN 5 Dapurang yang hingga kini belum terselesaikan.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan, dua perwakilan HMI lengkap mengenakan atribut organisasi tampak duduk berhadapan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pasangkayu bersama sejumlah stafnya.
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Landmark Taman Sport Center Polewali Polman hingga Rusak
Baca juga: Santriwati Buang Bayi di Belakang Ponpes Kalukku Mamuju Diancam 7 Tahun Penjara
Suasana rapat berlangsung di sebuah ruangan dengan meja panjang berwarna cokelat, kursi-kursi rapat berjejer rapi, serta lambang Garuda Pancasila dan foto pejabat terpajang di dinding bagian atas.
Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Polres Pasangkayu yang bertindak sebagai penengah.
Diskusi berlangsung cukup intens, masing-masing pihak saling bertanya dan saling menjawab terkait akar persoalan penyegelan sekolah tersebut.
Meski sempat terjadi sedikit perbedaan pandangan dalam pembahasan solusi, rapat tetap berjalan lancar dan kondusif.
Dalam pertemuan itu, HMI menuntut agar Dinas Pendidikan segera mencarikan solusi dan membuka segel SMPN 5 Dapurang yang dilakukan oleh pemilik lahan.
Ditemui usai rapat, Farman, Ketua HMI Cabang Pasangkayu, menegaskan pihaknya meminta Kadis Pendidikan segera menemukan solusi terbaik atas persoalan tersebut.
“Kami sudah berikan penekanan bahwa hari Jumat sekolah itu harus sudah bisa ditempati kembali. Ini sudah mencoreng nama pendidikan di Kabupaten Pasangkayu,” tegas Farman.
Diketahui, penyegelan SMPN 5 Dapurang telah berlangsung sejak Agustus 2025 lalu. Penyegelan dilakukan oleh pemilik lahan yang mengaku masih ada separuh lahannya belum dibayarkan.
Akibatnya, sekitar 94 siswa terpaksa menumpang belajar di gedung SMK yang jaraknya dinilai lebih jauh dari lokasi sekolah asal mereka.
Menurut Farman, kondisi tersebut tentu berdampak pada proses belajar mengajar serta kenyamanan siswa.
“Kami berharap Dinas Pendidikan benar-benar serius dan segera turun ke lokasi untuk berbicara langsung dengan pemilik lahan. Jangan sampai anak-anak terus menjadi korban,” ujarnya.
Dinas Pendidikan, lanjutnya, telah berjanji akan segera mendatangi lokasi untuk mencari jalan tengah bersama pemilik lahan.
“Kalau hari Jumat belum selesai masalah ini, kami akan turun aksi lagi,” tegas Farman.
Ia berharap persoalan tersebut bisa segera diselesaikan secara bijak agar aktivitas belajar mengajar di SMPN 5 Dapurang kembali normal dan para siswa tidak lagi terdampak konflik lahan.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Sopir Truk Minta Bantuan Damkar Evakuasi Truk Terperosok di Parit Jl Seokarano Hatta Pasangkayu |
|
|---|
| Ratusan Truk Sawit Antre Berhari-hari di PT Toscano Pasangkayu hingga Buah Membusuk |
|
|---|
| Diduga Kelola Kebun di Luar HGU, Praktisi Hukum Soroti Aktivitas Perusahaan Sawit di Pasangkayu |
|
|---|
| Kesbangpol Pasangkayu Imbau Warga Tak Beri Makan Buaya yang Muncul di Pantai Lariang |
|
|---|
| Wanita di Pasangkayu Diciduk Polisi Hendak Edarkan Sabu Senilai Rp4 Juta yang Dibeli dari Palu |
|
|---|