Truk Kecelakaan
Hindari Sapi di Tengah Hujan, Truk Box Terperosok ke Kebun Sawit di Pasangkayu, Sopir Terjepit
Truk box yang dikemudikannya tergelincir ke kanan, keluar dari badan jalan, lalu meluncur sekitar delapan meter
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/gtregre.jpg)
Ringkasan Berita:
- Refli (27), sopir truk box, terjepit sekitar 15 menit setelah kendaraannya terperosok ke kebun sawit di Desa Ako, Pasangkayu, saat menghindari sapi di tengah hujan deras.
- Truk tergelincir akibat jalan licin, menabrak pohon sawit dan tiang jaringan hingga ringsek. Warga mengevakuasi korban dalam kondisi gelap dengan bantuan senter dan lampu kendaraan.
- Refli mengalami luka di kaki dan sempat mati rasa, sementara rekannya luka terbuka di pundak. Tidak ada korban jiwa, namun keduanya masih trauma.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Sopir truk box, Refli (27), sempat terjepit di balik setir selama kurang lebih 15 menit setelah kendaraan yang dikemudikannya terperosok ke dalam kebun sawit di jalan poros Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.
Kecelakaan tunggal itu terjadi saat Refli yang melaju dari arah Palu menuju Baras berusaha menghindari beberapa ekor sapi yang tiba-tiba menyeberang jalan di tengah hujan deras.
Kondisi aspal yang licin membuat ban kehilangan daya cengkeram saat direm.
Baca juga: Kronologi Kakek 94 Tahun di Karossa Mateng Hilang, Tak Kembali Usai Mandi di Rumah Tetangga
Baca juga: Kronologi Truk Box Terperosok ke Kebun Sawit di Pasangkayu, Sopir Hindari Sapi saat Hujan Deras
Truk box yang dikemudikannya tergelincir ke kanan, keluar dari badan jalan, lalu meluncur sekitar delapan meter ke dalam kebun sawit milik warga.
Kendaraan tersebut menabrak batang pohon sawit dan beberapa tiang jaringan hingga patah sebelum akhirnya berhenti dalam posisi miring.
Benturan keras membuat bagian depan truk ringsek parah. Refli terjepit di antara setir dan dashboard yang terdorong ke dalam akibat tabrakan.
“Saya terjepit sekitar 15 menit. Waktu itu saya kira kaki saya sudah patah, karena mati rasa dan tidak bisa digerakkan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, rekannya yang duduk di kursi penumpang berhasil keluar lebih dulu meski mengalami luka terbuka di bagian pundak akibat terkena serpihan kaca depan yang pecah. Kulit pundaknya tampak sobek cukup dalam.
Dalam kondisi terluka, rekannya tetap berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan minta tolong di tengah hujan membuat warga berdatangan ke lokasi kejadian.
Proses evakuasi sempat terkendala karena kondisi mulai gelap dan minim penerangan.
Warga hanya mengandalkan lampu kendaraan dan senter seadanya untuk membantu mengeluarkan Refli dari dalam kabin yang miring dan ringsek.
Meski demikian, berkat gotong royong warga, Refli akhirnya berhasil dievakuasi sekitar 15 menit kemudian dalam kondisi lemas dan kesakitan.
Akibat insiden tersebut, Refli mengalami luka di bagian lutut dan betis serta sempat mengalami mati rasa pada kaki akibat terjepit.
Sementara rekannya harus mendapatkan perawatan karena luka terbuka di bagian pundaknya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun keduanya masih mengalami trauma pascakecelakaan.
Hingga kini, truk box tersebut masih berada di dalam kebun sawit dan menunggu proses evakuasi menggunakan alat berat.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan