Warga Pasangkayu Tutup Jalan
Janji Perbaikan Jalan, Aksi Blokade di Pasangkayu Berakhir Damai
Agling hadir untuk mewakili pihak perusahaan sekaligus menenangkan warga yang sebelumnya menutup jalan
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/FWEFE.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aksi pemblokadean jalan menuju pabrik minyak di Dusun Panebunggu, Pasangkayu, berakhir kondusif setelah Kepala Desa Ako datang ke lokasi dan memberikan penjelasan kepada warga.
- Kepala Desa Ako, Agling, menyampaikan hasil koordinasi dengan pihak perusahaan yang berjanji melakukan perbaikan sementara jalan dengan pengadaan sertu
- Setelah mendengar komitmen tersebut, warga membuka blokade jalan dan arus kendaraan, termasuk truk tangki pengangkut minyak
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU-Aksi pemblokadean jalan akses menuju pabrik minyak di Dusun Panebunggu, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, yang dilakukan aliansi pemuda, mahasiswa, dan warga setempat, akhirnya berakhir kondusif, Selasa (10/2/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, warga bersedia membuka blokade setelah Kepala Desa Ako, Agling, tiba di lokasi aksi dan memberikan penjelasan langsung kepada massa.
Agling hadir untuk mewakili pihak perusahaan sekaligus menenangkan warga yang sebelumnya menutup jalan menggunakan batang bambu.
Dalam keterangannya di hadapan warga, Agling mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan terkait tuntutan perbaikan jalan yang selama ini rusak akibat aktivitas truk tangki.
Baca juga: Habiskan Rp 5 Miliar, Bangun Pasar Bulo Polman Hanya Terbengkalai, Dipenuhi Rumput
Baca juga: BREAKING NEWS : Warga dan Mahasiswa Blokade Akses Pabrik ke Perusahaan
“Perusahaan berjanji, untuk sementara akan dilakukan pengadaan sertu terlebih dahulu sebagai upaya perbaikan jalan. Sementara itu, pengaspalan masih menunggu arahan dari pihak pusat,” ujar Agling.
Ia menegaskan kesiapannya menjadi jaminan atas komitmen tersebut. “Saya siap jadi jaminan,” tegasnya di hadapan warga.
Mendengar pernyataan itu, sejumlah warga meminta agar janji tersebut tidak sekadar menjadi wacana.
Menanggapi hal tersebut, Agling memastikan dalam waktu sepekan ke depan pihak desa akan menggelar rapat bersama warga untuk membahas secara teknis pengadaan sertu yang dijanjikan.
Setelah mendengar penjelasan Kepala Desa Ako, warga kemudian membuka palang bambu yang sebelumnya dipasang melintang di badan jalan. Situasi di lokasi aksi pun kembali kondusif.
Seluruh kendaraan, termasuk truk tangki pengangkut minyak yang sempat terhenti akibat penutupan jalan, akhirnya dapat kembali melintas dan melanjutkan perjalanan menuju area pabrik.
Hingga aksi berakhir, aparat kepolisian tetap berjaga di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan