Warga Pasangkayu Tutup Jalan
BREAKING NEWS : Warga dan Mahasiswa Blokade Akses Pabrik ke Perusahaan
Selain menutup jalan, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/FWEFE.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Aliansi pemuda dan mahasiswa bersama warga memblokade jalan akses menuju pabrik minyak sawit perusahaan di Dusun Panebunggu, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Selasa (10/2/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, puluhan massa aksi tampak menutup badan jalan menggunakan batang bambu yang disusun melintang, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Massa juga memasang baliho bertuliskan “Menagih Janji perusahaan untuk Aspal Jalan Kami” sebagai bentuk protes atas janji pengaspalan yang tak kunjung direalisasikan.
Baca juga: PNM Temani Hidup Saya dari Nol Hingga Bisa Sekolahkan Anak: Kisah Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci
Baca juga: Anggota DPRD Sulbar Haluddin dan Sekwan Arianto Hadiri Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027
Selain menutup jalan, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.
Mereka menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab atas kondisi jalan yang rusak akibat aktivitas lalu lalang truk tangki menuju pabrik.
Puluhan personel kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi aksi guna mengantisipasi terjadinya kericuhan dan memastikan aksi berlangsung aman.
Akibat penutupan jalan tersebut, sejumlah truk tangki pengangkut minyak yang hendak masuk ke area pabrik terpaksa terhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Sempat terjadi ketegangan di lokasi aksi, setelah beberapa pemilik CV truk menyampaikan protes karena aktivitas mereka terganggu.
Namun, situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif setelah dilakukan pendekatan oleh aparat kepolisian.
Koordinator lapangan aksi, Sarwan, saat ditemui Tribun-Sulbar.com menuturkan, warga Dusun Panebunggu sudah lama merasa resah dengan aktivitas truk-truk besar yang melintas setiap hari.
Menurutnya, kondisi jalan menjadi sangat berdebu saat cuaca panas dan berubah menjadi becek serta licin ketika hujan turun.
“Sekitar 15 tahun lalu, pihak perusahaan sudah berjanji akan mengaspal jalan ini. Memang sempat dilakukan pengaspalan, tapi tidak bertahan lama karena dikerjakan seadanya,” ujar Sarwan.
Ia menegaskan, massa aksi tidak akan membuka blokade jalan sebelum pihak perusahaan datang langsung ke lokasi dan menandatangani surat pernyataan tuntutan warga.
Adapun poin-poin tuntutan tersebut sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan yang dibawa massa aksi.
Hingga berita ini diturunkan, aksi penutupan jalan masih berlangsung dan pihak perusahaan belum tampak hadir di lokasi.
Sementara itu, Kepala Desa Ako juga telah tiba di lokasi aksi untuk memberikan penjelasan dan menenangkan warga.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan